Cek Fakta! Benarkah Vaksin Bisa Perbesar Alat Vital?

5910

Probolinggo (wartabromo.com) – Marak beredar informasi jika vaksin Covid-19 dapat memperbesar alat vital pria. Efek samping pasca vaksin itu disuntikkan kepada warga di berbagai negara.

Seperti apakah kebenarannya? Begini tanggapan Satgas Covid-19 Kota Probolinggo.

Jubir Satgas Covid-19 Kota Probolinggo, dr Abraar HS Kuddah, meminta warga untuk tidak mudah percaya informasi seperti itu. Meski dalam sebuah jurnal terbitan Inggris misalnya, vaksin Sinovac disebutkan memberi efek samping pembesaran alat kelamin. Dalam jurnal itu, ditulis bahwa pria yang sudah disuntik vaksin buatan China tersebut, alat vitalnya memanjang sampai 3 inchi atau sekitar 7,62 sentimeter.

“Kabar seperti itu tidak benar, karena belum ada warga yang divaksin di Indonesia sehingga terdampak. Warga jangan mudah percaya dengan informasi tentang efek samping vaksin Covid-19 yang bertebaran,” sebut dokter Abraar.

Ia berharap warga tidak khawatir dan takut divaksin agar kebal terhadap virus corona. Apalagi program vaksinasi merupakan aturan dari pemerintah yang harus dilaksanakan dan diikuti.

“Ya ikuti saja aturannya. Jangan takut, karena tidak mungkin pemerintah akan menjerumuskan warganya,” kata Plt Direktur RSUD dr Moh. Saleh itu.

Pemerintah Indonesia akan menggunakan 4 merek vaksin. Yaitu Sinovac (Tiongkok), Novavax (Amerika), AstraZeneca (Inggris) dan BioNTech-Pfizer (Jerman-Amerika). Dari empat jenis vaksin tersebut yang akan dipergunakan awal yakni Sinovac.

Abraar menjelaskan jika vaksin itu tidak menyembuhkan, tetapi memberi kekebalan terhadap virus corona. Karena itu, meski telah divaksin, nantinya masyarakat harus tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes). Sebab, bisa saja orang yang sudah divaksin dapat menularkan virus corona kepada orang lain.

“Orang yang sudah divaksin memang kebal. Tapi mereka bisa menularkan atau menyebarkan virus corona ke orang lain. Makanya prokes tetap dilaksanakan,” ujar dokter yang juga CEO dari RS Dharma Husada Kota Probolinggo itu.

Di Kota Probolinggo ada 144.967 orang berusia 18 ke atas yang akan divaksin. Namun, untuk tahap awal vaksin diberikan kepada 2.233 orang tenaga kesehatan (Nakes). Sebab, nakes bersentuhan langsung dengan warga dan pasien Covid-19.

“Seandainya vaksin yang dimaksud berbahaya dan berefek buruk, maka nakeslah yang pertama kali terkena dampaknya. Saya yakin enggak ada satupun negara di dunia ini yang akan melumpuhkan nakes,” tegas Abraar.

Adapun untuk lokasi atau tempat vaksin ada 13 pos. Terdiri dari fasilitas kesehatan (faskes) milik pemerintah dan swasta, seperti puskesmas, rumah sakit dan klinik. Selain faskes, tempat penyimpanan vaksin berupa almari pendingin juga sudah dipersiapkan.

Hingga saat ini vaksin Sinovac untuk warga Kota Probolinggo belum dikirim. Untuk pelaksanaan, menunggu petunjuk lebih lanjut dari pemerintah pusat. Informasinya untuk Jawa Timur, tanggal 7 Januari datang. RSUD dr Moh. Saleh telah menyiapkan 9 dokter dan nakes yang akan menangani efek samping vaksin. (dya/saw)