728 Ribu Warga Probolinggo Bakal Divaksin Covid-19

685
Pelaksanaan rapid tes antigen oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo.

Kraksaan (wartabromo.com) – Sekitar 728 ribu warga Kabupaten Probolinggo bakal menerima vaksin Covid-19. Penerima vaksin akan mendapat pemberitahuan sms lewat ponsel masing-masing.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Mujoko menyebut, ratusan warga itu berusia antara 18 hingga 59 tahun dari 1,2 juta populasi warga Bumi Rengganis.

“Akan mendapatkan vaksin Sinovac. Dan ini dilakukan secara bertahap,” sebutnya pada Kamis, 7 Januari 2021.

Tahap pertama vaksinasi akan menyasar tenaga kesehatan (Nakes). Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo mencatat ada 3.626 nakes yang akan divaksin. Meliputi dokter, bidan, perawat dan pegawai non medis.

Kelompok kedua yang direncanakan mendapat vaksin adalah petugas layanan publik. Golongan ini meliputi anggota TNI/Polri dan beberapa instansi yang terlibat kontak langsung dengan masyarakat. Jumlahnya mencapai 1.652 orang.

Kelompok ketiga, yakni menyasar kelompok rentan. Dengan kategori warga yang berumur 18 tahun sampai 59 tahun. Warga lanjut usia (lansia), juga akan divaksin karena mereka sangat rentan terserang Covid-19.

“Warga yang mendapat vaksin akan mendapat pesan berupa SMS langsung ke nomor ponsel masing-masing. Mereka akan diminta datang ke fasilitas kesehatan yang ditunjuk sesuai jadwal yang disampaikan,” lanjutnya.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 sendiri akan dilakukan dalam 3 tahap. Tahap pertama direncanakan pada 14 Januari 2021. Dilaksanakan serentak dengan pencanangan di Jakarta, yaitu pemberian vaksinasi pertama kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

“Untuk itu, kami sudah menyiapkan segala sesuatunya, termasuk tempat penyimpanan vaksinnya,” terang mantan Kepala Puskemas Gending itu.

Persiapan itu, antara lain berupa cold room berkapasitas 12.000 liter, 1 unit mobil dengan refrigerator untuk transpor vaksin dan 1 unit freezer. Lalu 2 unit buah lemari penyimpanan vaksin. Juga 61 lemari vaksin yang tersebar di 33 puskesmas, dan 282 vaccine carrier.

Vaksin ini melibatkan 2.978 orang petugas. Terdiri dari 1.870 petugas vaksin atau vaksinator, 103 petugas skrining, 1.005 orang tenaga kesehatan (nakes) dan petugas lain untuk membantu pelaksanaan vaksinasi. “Kami lakukan persiapan-persiapan lainnya,” ungkapnya.

Vaksinasi masal itu, dilakukan untuk membentuk kekebalan komunitas (herd immunity). Untuk membentuk herd immunity, maka warga yang divaksin harus mencapai 70-80 persen. “Sembari menunggu Vaksin, warga kami imbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan,” tandas Mujoko. (cho/saw)