7 Fakta Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

1126
Pesawat Sriwijaya Air. Foto sebagai ilustrasi.

Jakarta (WartaBromo.com) – Pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta – Pontianak, jatuh di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021). Sebelum jatuh, pesawat sempat hilang kontak dengan menara kendali Bandaran Soekarno Hatta.

Pesawat Sriwijaya Air yang jatuh mempunyai nomor penerbangan SJ182. Pesawat ini sedianya mengantar sekira 50 orang penumpang menuju Pontianak.

Namun saat baru saja lepas landas, pesawat ini hilang dari radar dan terjatuh di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

WartaBromo menghimpun beberapa fakta terkait jatuhnya pesawat ini. Berikut rangkumannya:

  1. Pesawat sempat delay

Penerbangan menuju Pontianak ini sempat delay sebelum lepas landas. Jefferson Irwin Jauwena, Dirut Sriwijaya Air mengatakan, cuaca buruk membuat jadwal penerbangan diundur. Dari yang mulanya bakal terbang pada 13.25 WIB, baru bisa mengudara pukul 13.56 WIB.

“Delay akibat hujan deras makanya ada delay 30 menit pada saat boarding,” ujarnya saat konferensi pers, dilansir dari Kompas.

  1. Hilang kontak setelah 4 menit lepas landas

Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan menyampaikan kronologi hilangnya Sriwijaya Air JTY-182 dari radar.

“Pesawat Sriwijaya SJY-182 8735 PKCLC Soeta-Pontianak take off pada pukul 14.36 WIB, pukul 14.37 WIB masih 1700 kontak diizinkan naik ke ketinggian 29.000 kaki, dengan mengikuti standar instrumen,” jelasnya.

Namun kemudian, pada pukul 14.49 WIB, pesawat ini mengarah ke Barat Laut, atau tidak sesuai jalur yakni 075 derajat. Dalam hitungan detik, pesawat ini sudah hilang dari radar.

“Manajer operasi langsung berkoordinasi dengan Basarnas, bandara tujuan, instansi terkait. Pada pukul 17.30 WIB, Bapak Presiden memberi arahan untuk memaksimalkan pencarian dan tentu sudah dikerahkan kapal Basarnas (4 kapal), 3 kapal karet, 3. Dari TNI angkatan laut KRI kapal-kapal tersebut sudah di TKP,” lanjut Budi.

Budi kemudian memastikan jika pesawat tersebut jatuh dekat Pulau Laki.

  1. Pesawat dalam kondisi baik

Dirut Sriwijaya Air memastikan jika pesawat dalam kondisi baik saat mengudara. Ia mengatakan jika nomor penerbangan SJ182 ini juga telah melakukan beberapa perjalanan. Laporan maintenance juga dipastikan lancar.

“Kalau kondisi pesawat informasi yang saya peroleh juga pesawat dalam keadaan sehat karena sebelumnya juga sudah terbang ke Pontianak PP, ke Pangkalpinang, baru ini rute kedua ke Pontianak,” jelasnya.

  1. Pesawat berusia 26 tahun

Pesawat Sriwijaya Air yang jatuh merupakan jenis Boeing 737-500. Dibuat pada tahun 1994 dan diperkirakan berusia 25-26 tahun.

“Jadi berapa pun umurnya kalau pesawat itu dirawat sesuai regulasi harusnya tidak ada masalah,” kata Soerjanto Tjahjono, Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

  1. Ada sekitar 50 penumpang

Budi Karya Sumadi menyatakan, pesawat jenis Boeing itu membawa 50 penumpang.

“Total penumpang 50 an orang,” kata Menteri Perhubungan saat jumpa pers yang disiarkan langsung sejumlah stasiun televisi itu.

Puluhan penumpang itu terdiri dari kru (12 orang), 46 dewasa dan 7 anak-anak, serta 3 bayi.

  1. Puing diduga Bangkai Pesawat Ditemukan

Bangkai pesawat Sriwijaya Air ditemukan setelah Tim Kopaskan TNI AL melakukan penyelaman di Pulau Lancang dan Laki.

“Ini ada temuan, akan dibawa ke KRI Kurau,” kata Letkol Laut Fakhrul, Komandan KRI dilansir dari Kompas.

Temuan diantaranya pecahan ban pesawat, pelampung penumpang, bagian kelistrikan pesawat, serpihan badan pesawat berwarna biru merah, moncong pesawat dan lain-lain.

Sebelumnya Kepolisian sektor Pulau Laki juga menemukan puing alumunium dan gulungan kabel di Perairan Pulau Laki. Selain itu, ada juga potongan celana jeans yang ditemukan pada Sabtu (9/1/2021).

  1. Masih dilakukan pencarian

Operasi pencarihan pesawat Sriwijaya Air masih terus dilakukan. Tim penyelaman diterjunkan, terdiri dari 17 personel Denjaka, 14 personel Taifib, 23 personel Kopaska. Mereka dibekali perlengkapan seperti Searider, perahu karet, peralatan selam, alat komunikasi, GPS hingga kamera bawah air. (may/asd)