Sulitnya Menerapkan Prokes di Pasar

531
Pengunjung Pasar Bangil yang tanpa mengenakan masker. Foto: Miftahul Ulum.

 

Bangil (WartaBromo.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat sejak 11-25 Januari 2021. Namun di hari kedua, Selama (12/1/2021), tampak sebagian pengunjung dan pedagang di Pasar Bangil tidak memakai masker.

Salah satu pedagang bunga, Rus mengaku sehat kendati tak pakai masker. Perempuan yang mengaku berumur 80 tahun ini, mengatakan memiliki 4 masker.

“Namun tidak saya pakai, susah bernafas kalau pakai masker. Saya sehat kok,” kata Rus.

Ariah, salah satu pedagang terong, juga tidak memakai masker. Bahkan, Ia beranggapan bahwa pandemi telah berakhir. “Lho, bukannya sudah habis coronanya,” seloroh Ariah.

Sementara itu, Kepala Pasar Bangil S. Budi Santoso mengaku tidak bosan bersama satgas Covid-19 Pasar Bangil setiap hari memberikan imbauan penerapan protokol kesehatan kepada pedagang dan pengunjung.

“Setiap hari diingatkan, melalui speaker. Petugas juga setiap hari meningatkan ke pedagang, sekalian menarik retribusi,” kata Budi.

Kendati diingatkan setiap hari, masyarakat sudah mulai lupa dengan protokol ksehatan. Padahal pandemi covid-19 belum berakhir.

Budi juga menyebut, setiap hari Jumat, Pasar Bangil disemprot disinfektan. Tempat cuci tangan bagi pengunjung dan pedagang yang beraktivitas di pasar juga tetap terjaga.

Ketika petugas pasar mengimbau agar memakai masker, kerap mendapat tentangan dari masyarakat. Ada yang beralasan susah bernapas hingga mengaku bosan.

“Sering petugas kami bertengkar di lapangan, tapi yang terpenting kami sudah berusaha menyadarkan masyarakat,” pungkasnya. (oel/asd)