Bagaimana Berlari Dapat Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Kita

689

Saat Anda memakai sepatu lari, mungkin Anda hanya bermaksud menghilangkan stres, meningkatkan kesehatan jantung, atau menurunkan berat badan. Tetapi sebenarnya, olahraga teratur seperti lari memiliki manfaat juga untuk sistem imun yang lebih kuat, apalagi jika Anda memakai sepatu lari dimana Anda akan merasa nyaman saat berlari.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa berolahraga dengan tingkat intensitas sedang (termasuk lari dan olahraga aerobik) dapat mengurangi risiko terjadinya infeksi dan kanker tertentu dalam jangka panjang. Berlari secara rutin juga memberi Anda ketahanan lebih terhadap flu biasa dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Lalu, bagaimana itu bisa terjadi?

1.    Mengedarkan sel pelindung dengan lebih cepat

Berlari meningkatkan jumlah dan fungsi sel-sel imun seperti sel darah putih dan antibodi yang diproduksi di sumsum tulang, paru-paru, dan limpa. Keduanya penting untuk menjaga kekebalan Anda dan melawan penyakit.

Pada dasarnya, manusia hanya memiliki sejumlah kecil sel imun yang beredar di seluruh tubuh. Sel-sel itu lebih suka berdiam di jaringan dan organ limfoid seperti limpa, tempat tubuh Anda membunuh virus, bakteri, dan mikroorganisme lain yang menyebabkan penyakit.

Nah, berlari dapat meningkatkan aliran darah dan getah bening saat otot berkontraksi. Karena itu, berlari dengan intensitas ringan atau sedang juga meningkatkan sirkulasi sel imun, membuatnya beredar ke seluruh tubuh dengan kecepatan dan jumlah yang lebih tinggi.

Secara khusus, berlari dapat membantu mengumpulkan sel imun yang sangat terspesialisasi (seperti sel pembunuh alami dan sel T) dan menemukan serta membunuh patogen (seperti virus).

2.   Menghambat pertumbuhan bakteri

Saat Anda berlari, suhu tubuh Anda akan meningkat. Peningkatan suhu ini dapat mengaktifkan aktivitas makrofag dan neutrofil dalam membunuh mikroba. Karena peningkatan suhu dapat membantu Anda mencegah bakteri berkembang biak, Anda pun mampu melawan infeksi. Ini mirip dengan cara kerja demam.

3.   Membersihkan paru-paru dari bakteri dan virus

Beberapa ilmuwan percaya bahwa berlari secara teratur membantu membersihkan paru-paru dari bakteri dan virus penyebab ISPA. Ketika berlari, pernapasan Anda akan menjadi lebih cepat sehingga membantu mendorong bakteri dan patogen lain keluar dari paru-paru dan saluran udara Anda.

Hal itu dapat mengurangi kemungkinan Anda jatuh sakit karena patogen tidak dapat menyebabkan infeksi. Survei yang dilakukan Runner’s World menunjukkan bahwa 61 persen orang yang berlari secara rutin lebih jarang terkena pilek sejak berolahraga, dan hanya 4% yang mengalami pilek lebih sering.

4.   Menghilangkan zat karsinogen

Berlari dapat membantu menghilangkan zat karsinogen melalui keluarnya keringat dan urin. Pelari yang aktif juga memiliki risiko yang lebih rendah terhadap kanker usus besar dan kanker payudara.

Selain itu, orang yang bugar cenderung tidak kelebihan berat badan dan tidak memiliki banyak lemak tubuh yang dapat memicu kanker.

5.   Mengurangi stres

Berlari juga membantu meningkatkan produksi neurotransmiter perasaan nyaman di otak Anda, yang disebut endorfin. Zat ini mampu menurunkan jumlah hormon stres dan membantu melindungi tubuh Anda dari efek berbahaya stres. Stres dapat menurunkan fungsi kekebalan. Karena itu, dengan berlari, Anda bisa memperkuat sistem kekebalan Anda.

Berlari juga adalah bentuk meditasi gerak. Ketika berlari, terutama di alam terbuka, Anda mungkin merasakan bahwa pikiran Anda terfokus pada gerakan yang Anda lakukan dan sudah lupa dengan kekesalan hari itu. Meredakan ketegangan harian dengan aktivitas fisik dapat membantu Anda tetap tenang, jernih dan fokus dalam segala hal yang Anda lakukan.

Selain itu, berlari juga memperbaiki suasana hati, meningkatkan kepercayaan diri, dan membantu Anda rileks. Anda pun dapat meningkatkan kualitas tidur Anda, yang sebelumnya mungkin terganggu oleh kecemasan. Semua hal itu dapatmeredakan tingkat stres Anda.

6.  Mengurangi peradangan kronis

Orang-orang yang lebih sering berlari dan memiliki tingkat kebugaran yang lebih tinggi juga menunjukkan tanda-tanda berkurangnya peradangan dalam tubuh. Hal itu berbanding lurus dengan kekebalan.

Ketika sel-sel imun harus bekerja mengatasi peradangan, sistem kekebalan pun mengalami penurunan fungsi, dan membuatnya lebih sulit untuk melawan infeksi. Karena itu, untuk mengurangi peradangan, tingkatkan aktivitas Anda.