Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Kabupaten Pasuruan Hampir Penuh

643

Pasuruan (WartaBromo.com) – Pemkab Pasuruan menyediakan ratusan ruangan untuk merawat pasien Covid-19. Namun saat ini semua ruang isolasi hampir penuh.

Setidaknya ada 5 tempat yang digunakan untuk merawat pasien Covid-19. Seperti RSUD Bangil, RSUD Gratis, RS Prima Husada, ruang karantina di SKB Pandaan dan BLK Rejoso,

Berdasarkan data yang dihimpun WartaBromo, ada total 92 bed (tempat tidur) yang disediakan di RSUD Bangil. Dari total tersebut, 78 bed khusus dewasa sudah ditempati. Sementara 10 bed anak-anak dalam keadaan kosong.

Direktur RSUD Bangil, Dr Arma Roosalina mengatakan, penuhnya bed karena pasien berdatangan setiap hari.

“Dalam beberapa waktu terakhir, setiap hari ada yang masuk, tapi ada juga yang keluar RS untuk menjalankan karantina di SKB Pandaan,” kata Arma, Kamis (14/01/2021).

Kondisi serupa juga terjadi di RSUD Grati. Dari 38 bed yang disediakan, 26 di antatanya telah terisi pasien Covid-19. Hanya sisa 12 bed saja yang dipunyai RSUD Grati.

“Mudah-mudahan tidak bertambah. Karena meski masih ada, jumlahnya tidak banyak. Dan untuk seluruh pasien covid-19 yang dirawat, kebanyakan dalam kondisi memakai ventilator,” ungkapnya.

Sementara di SKB Pandaan, hanya ada 21 bed yang tersisa. Padahal, total yang tersedia yakni 54 kamar tidur. Sama halnya dengan di BLK Rejoso. 40 kamar telah terpakai dan hanya tersisa 20 bed.

Hal ini membuat Wakil Bupati Pasuruan, KH Abdul Mujib Imron angkat bicara. Ia meminta warga tetap taat protokol kesehatan.

“Yang sudah merasa menerapkan protokol kesehatan saja belum tentu tidak tertular. Apalagi yang sama sekali tak pernah menerapkan protokol kesehatan. Untuk itu, mari kita tingkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, karena semua tempat isolasi pasien Covid-19 sudah mau penuh semua,” tegasnya,

Gus Mujib menambahkan, Pemkab Pasuruan akan menambah bed jika memang yang tersedia saat ini sudah penuh. Hotel di Kecamatan Prigen bakal disiapkan untuk ini.

“Ruang karantina di SKB dan di BLK tinggal sedikit. Kalau memang penuh, maka kita akan menyewa hotel lagi. Sudah menjadi program. Kalau tidak memenuhi atau tidak cukup, maka kita akan menyewa lagi,” tandasnya. (mil/may)