Sederet Hal yang Patut Diteladani dari Syekh Ali Jaber

338

Jakarta (WartaBromo.com) – Syekh Ali Jaber, ulama’ besar Indonesia ini tutup usia pada Kamis, 14 Januari 2021. Dai penghafal Al-Qur’an ini jadi sosok yang diteladani umat muslim Indonesia.

Meninggalnya ulama’ kelahiran Madinah itu jadi duka mendalam bagi umat Islam. Ungkapan duka cita pun datang dari berbagai kalangan.

Syekh Ali Jaber wafat pada usia 44 tahun. Beliau sempat terkonfirmasi Covid-19 dan mendapatkan perawatan intensif di RS Yarsi, Jakarta Pusat. Namun saat berpulang, Ali Jaber telah dinyatakan negatif Covid-19 dan meninggal karena gagal jantung.

Semasa hidup, Syekh Ali Jaber jadi sosok tauladan umat muslim. Berikut kisah Syekh Ali Jaber yang patut diteladani:

1. Hafal Al-Qur’an sejak kecil

Dilansir dari berbagai sumber, pria kelahiran Madinah ini telah menghafal kitab suci Al-Qur’an 30 juz sejak usia 10 tahun. Ia kemudian diamanahi menjadi imam Masjid di daerah tempat tinggalnya, saat berusia 13 tahun.

Ali Jaber memang dididik oleh ayahnya untuk menjadi seorang pendakwah. Ayahnya juga memiliki latar belakang serupa, yakni seorang penyiar agama Islam.

2. Meminta maaf saat berbeda pendapat dengan ulama’ lain

Dilansir dari Tirto, pada 2015 lalu, Syekh Ali Jaber sempat meminta maaf kepada ulama’ nusantara. Ini lantaran adanya perbedaan pendapat saat itu.

Syekh Ali Jaber pun meminta bimbingan kepada ustadz, kiai hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Memang sudah semestinya penceramah harus baper atau bawa perasaan ketika menyampaikan dakwah dan tidak boleh baper jika dikritik masyarakat atau diingatkan oleh ulama sepuh dan senior,” kata Hariqo Wibawa Satria, pengamat media sosial Komunikonten.

3. Membuat program sejuta hafiz di Indonesia

Cita-cita Syekh Ali Jaber sebelum meninggal dunia yakni mengajak warga Indonesia untuk menghafal Al Quran. Bahkan Ia ingin mencetak satu juta hafiz Quran.

“Sebenarnya cita-cita beliau, insya Allah terwujud, di Indonesia adalah melahirkan atau mencetak 1 juta hafidz quran di Indonesia,” ujar Syekh Muhammad Jabeer, adik Ali Jaber dilansir Okezone.

Program ini pun sudah pernah dilontarkan Ali Jaber semasa hidup. Ia ingin Indonesia menjadi negara yang makmur, tentram dengan Al-Quran.

“Itu yang saya harapkan dari program satu juta penghafal Al-Quran, bisa membangun peradaban yang Islami, yang modern, maju, yang akan menjadikan Indonesia bardatun thoyyibatun warabbun ghafur,” jelas Ali Jaber pada September 2020 lalu, dilansir dari JPNN.

4. Angkat pemulung jadi anak

Pada 2020 lalu, sempat viral ketika seorang bocah pemulung sedang membaca Al-Quran di trotoar. Muhammad Ghifari Akbar ini dilirik Syekh Ali Jaber karena sosoknya yang teladan. Ia pun diangkat anak dan dipersiapkan jadi imam besar Indonesia.

“Ada beberapa permintaan, mudah-mudahan hajat saya dikabulkan. Pertama saya punya keinginan kalau Akbar terima, saya ingin ananda akbar jadi anak angkat saya. Saya akan pimpin kamu sampai Insyaallah hafal 30 jus Alquran. Saya akan maksimal menjadikan kamu sebagai Imam Besar di Indonesia,”¬†kata Syekh Ali Jaber pada November 2020 lalu.

5. Maafkan pelaku penusukan

Peristiwa tak menyenangkan dialami Syekh Ali Jaber pada September 2020 lalu. Ia menjadi korban penusukan saat menghadiri wisuda tahfidz Quran di Lampung.

Namun naas, saat akan memberikan hadiah kepada salah satu anak, Syekh Ali Jaber ditusuk. Beruntung saat itu Ia sempat bergeser, hingga tusukan mengenai lengannya.

Namun demikian, Syekh Ali Jaber masih tetap menenangkan jamaah saat itu. Meski dalam keadaan terluka, Syekh Ali Jaber meminta si penusuk tidak dihakimi massa dan menyerahkannya kepada polisi.

Tak sampai disitu, Syekh Ali Jaber mengaku telah memaafkan pelaku penusukan. Meminta warga Indonesia tetap tenang dan tak menghubungkan dengan kejadian apapun. Meski demikian, Ia tetap memasrahkan kasus ini ke pihak berwajib. (may/ono)