Trik Perajin Sepatu Pasuruan Bertahan di Tengah Pandemi

328

Pasuruan (wartabromo.com) – Pandemi Covid-19 berdampak pada sektor ekonomi. Salah satu yang merasakan dampak adalah perajin sepatu asal Pasuruan.

Tamaji, perajin sepatu asal Dusun Jambe, Desa Baujeng, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan ini sempat mengalami susahnya berjualan saat pandemk. Namun, Ia tak menyerah dan melakukan berbagai cara agar usahanya tetap berjalan.

Diceritakan Tamaji, zebelum pandemi, penjualannya terbilang lancar. Sepatu andalan tokonya itu mampu merambah pasar lokal hingga nasional. Omzetnya pun mencapai jutaan rupiah.

Saat wabah covid-19 merambah Kabupaten Pasuruan, penjualannya sedikit menurun. Pelanggannya pun enggan untuk datang ke toko tempat ia berjualan sepatu. Terang saja, Ia berjualan sepatu gunung, sepatu olahraga hingga sepatu keluaran terbaru. Jenis barang ini memang diakui bakal sulit terjual dibanding kebutuhan pokok.

Tamaji kemudian memberanikan diri berjualan melalui media sosial. Bahan sepatu yang terbuat dari kulit berkualitas tinggi, ternyata mampu menarik pasar nasional bahkan Internasional.

“Ada orang Makasar, Lombok, Sumatera. Ada juga orang luar negeri, yang pesan sampai dari Malaysia, Singapore, Jepang hingga Jerman,” tutur Tamaji, Rabu (13/1/2021).

Sepatu produksi Tamaji. Foto: A. Romadoni.

Ia berjualan melalui Facebook dan Instagram. Omzetnya pun kembali tinggi setelah berjualan online. Pria ini mengambil untung sekitar 30 hingga 40 persen dari nilai jual.

“Alhamdulillah, lumayan untuk membayar karyawan dan membayar sekolah tiga adik saya,” tuturnya.

Ratna, salah satu pembeli yang mengetahui dari media sosial mengaku kagum dengan kualitas sepatu yang dibuat. Mulai dari sol sepatu hingga kulit digunakan untuk bahan dasar sepatu terbilang sangat baik.

“Barangnya bagus, apalagi kualitas sol sepatunya, kebetulan saya pesan sepatu gunung jadi harus kuat sol sepatunya,” kata Ratna.

Sampai saat ini, Ia masih aktif berjualan memalui media sosial. Karena hal tersebut adalah cara aman agar usahanya tetap berjalan meski pandemi covid-19 masih berlangsung. (don/may)