Penolakan Rapid Tuai Kontroversi, Kades Banjarsawah Minta Maaf

692

 

Tegal Siwalan (wartabromo.com) – Kepala Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegal Siwalan, Kabupaten Probolinggo menolak pelaksanaan rapid test antigen bagi warganya. Hanya saja, sikap itu kemudian berbalik dan ia menyatakan maaf.

Permintaan maaf Kades Banjarsawah M. Saleh dilontarkan secara terbuka pasca mendapat teguran dari Satgas Penanganam Covid-19 Kabupaten Probolinggo.

Satgas langsung memberikan atensi terhadap video penolakan rapid antigen milik M. Saleh yang viral di media sosial. Koordinator Gakkum Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto mendatangi yang bersangkutan di rumahnya. Karuan saja, sang kades mendapatkan pemahaman terkait rapid tes antigen yang saat ini masif dilakukan oleh pemerintah daerah.

Di hadapan Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Mohammad Saleh luluh. Dengan kesadaran penuh, ia pun meminta maaf. “Kami minta maaf karena pernyataan kami menimbulkan keresahan di masyarakat,” kata Saleh, Jumat, 15 Januari 2021.

Bersama perangkat desa setempat, ia mempersilakan satgas menggelar rapid test masal di Desa Banjasawah. Ia bahkan berjanji menjadi orang terdepan yang dirapid oleh petugas.

“Kami Perangkat Desa Banjarsawah siap melakukan rapid antigen,” ucap Saleh bersama sejumlah perangkat desa.

Ugas Irwanto mengakui, kedatangan dirinya dan petugas satgas lainnya untuk mengklarifikasi pernyataan, seperti terekam dalam video.

Sekadar diketahui, video penolakan rapid test tersebut beredar luas di medsos, hingga menuai polemik. Padahal satgas covid-19 saat ini sedang berupaya memutus rantai penyebaran corona.

“Saat ada isu rapid, memang ada masyarakat yang ketakutan. Dan kebetulan pak tinggi (kades, red) menyampaikan pernyataan di video yang viral. Yang bersangkutan sudah meminta maaf,” sebut Ugas.

Satgas Covid-19 pun memutuskan akan melakukan rapid tes antigen di Desa Banjarsawah pada Sabtu, 16 Januari. Langkah itu ditempuh untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran virus Corona.

“Pak tinggi bahkan siap menjadi yang pertama dirapid antigen,” tandas Kepala Bakesbangpol itu.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, Kepala Desa Banjarsawah M. Saleh menolak pelaksanakan rapid tes antigen di wilayahnya. Penolakan itu disampaikan dalam sebuah video pendek berdurasi 2 menit 4 detik. Video tersebut viral di media sosial dan dibagikan secara berantai di aplikasi pesan singkat. (saw/ono)