Nakes Kota Probolinggo Mulai Divaksin

514

 

Kanigaran (wartabromo.com) – Tenaga kesehatan menjadi prioritas utama penerima vaksin sinovac untuk menangkal covid19. Di Kota Probolinggo, ratusan nakes menjalani vaksinasi, dalam kurun dua hari terakhir ini.

Pengiriman tahap pertama, ada 1.480 vial vaksin sinovac yang datang. Dari jatah sebanyak 1.963 vaksin. Mereka mengungkapkan tidak ada reaksi berarti dari vaksin yang diterimanya tersebut.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kota Probolinggo, NH. Hidayati menyebut, mulai Rabu (27/1/2021) lalu, sasaran vaksin sebanyak 196 orang.

“Yang berhasil divaksin hanya 169 orang, 6 orang ditunda, dan sisanya dibatalkan. Karena beberapa alasan, seperti memiliki komorbid, punya riwayat penyakit lain dan merupakan penyintas (sudah terpapar covid-19),” katanya, Jumat (29/1/2021).

Lokasi vaksinasi di Kota Probolinggo, dilaksanakan di 17 fasilitas kesehatan. Namun dari jumlah tersebut, ada beberapa yang belum siap. Enam puskesmas, serta sejumlah fasilitas Kesehatan lainnya, sudah melaksanakan vaksinasi.

Seperti puskesmas pembantu (pustu) Mayangan, RS Siti Aisiyah, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Kimia Farma, Klinik Polres Probolinggo Kota, dan DKT (Dinas Kesehatan Tentara).

Kepala dinas kesehatan menjelaskan, prosedur vaksinasi adalah pendaftaran melalui aplikasi. Kemudian screening lalu penyuntikan, dilanjut observasi selama 30 menit.

“Tiga puluh menit digunakan untuk observasi apa ada efek samping atau tidak. Ada sejumlah efek, namun tidak begitu berarti. Seperti pegal di tempat suntikan, meriang, pusing. Lebih banyak tidak bergejala,” imbuhnya.

Selanjutnya, pada Kamis (28/1/2021) lalu, sasaran vaksin adalah 280 orang. Setelah menjalani vaksin, nakes akan mendapatkan kartu dan sertifikat vaksinasi covid-19.

“Meskipun sudah vaksin, tetap melaksanakan protokol kesehatan 4M. Meliputi memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan,” tegas Ida.

Salah satu nakes, dr Ike Yuliana yang sudah mendapatkan vaksin mengatakan, pasca vaksinasi kondisinya terus dipantau. Dikhawatirkan adanya gejala pusing, mual atau anafilaktik (syok).

“Pemberian vaksin ini seperti pemberian vaksin biasanya, ga sakit kok. Ada beberapa teman yang cemas, ketakutan tapi setelah suntik ya biasa aja. Ga sakit blas,” imbuhnya.

Setelah divaksin, protokol kesehatan harus tetap dijalankan. Karena protokol kesehatan dan vaksin punya peran berbeda.

“Kalau prokes mencegah virus masuk, minimal mengurangi jumlah virus yang masuk. Sedangkan vaksin memperkuat sistem imun manusia secara spesifik,” terang dokter yang berdinas di Puskesmas Kanigaran, Kota Probolinggo ini. (lai/saw/ono)