Peran Guru Kelas terhadap Efektivitas Pembelajaran Daring

3732
Sejumlah guru saat mengadakan sharing tentang pembelajaran online.
Guru kelas diharapkan memahami secara mendalam pribadi anak didiknya secara personal.

Oleh : Izzatul Maula, S.Pd.

DALAM dunia pendidikan, guru memiliki peran dan posisi yang sangat penting. Teknologi boleh saja menguasai dunia, tetapi peran guru sebagai pemberi informasi tetap dibutuhkan siswa, khususnya yang berhubungan dengan sentuhan-sentuhan psikologis dan edukatif terhadap anak didik.

Peran berarti sesuatu yang menjadi bagian atau memegang pimpinan yang terutama. Peran adalah seperangkat perilaku yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan dalam masyarakat (KBBI).

Guru memiliki peran sesuai hak dan kewajibannya dalam menjalankan tugas kesehariannya. Efektivitas dan efisiensi belajar siswa di kelas sangat tergantung pada peran guru.

Peran guru kelas adalah menyelenggarakan kegiatan bimbingan dan konseling terhadap seluruh siswa di kelas yang menjadi tanggung jawabnya. Hal itu terjadi karena guru kelas sebagai pembimbing dan pengasuh utama yang setiap hari bersama-sama siswa dalam pendidikan dasar yang sangat penting bagi perkembangan siswa.

Adanya hubungan keseharian yang terus menerus selama satu tahun penuh itulah guru kelas diharapkan memahami secara mendalam pribadi anak didiknya secara personal baik tentang kemampuan akademik, bakat minat, permasalahan yang dihadapi siswa yang menyangkut pribadi, hubungan sosial, maupun kondisi keluarga dan lingkungannya.

Perubahan sosial yang tiba-tiba terjadi sebagai akibat pandemi covid-19 menimbulkan kegagapan dalam proses penyesuaian kegiatan belajar mengajar. Pembelajaran daring adalah pembelajaran yang dilakukan secara online, menggunakan aplikasi pembelajaran maupun jejaring sosial (KBBI).

Pembelajaran daring dilakukan tanpa tatap muka tetapi melalui platform yang telah tersedia. Dengan demikian guru dituntut mampu merancang, mendesain pembelajaran daring melalui video, slide animasi, buku teks, slide presentasi dengan memanfaatkan perangkat atau media daring yang tepat.

Upaya yang dilakukan guru kelas selaku pembimbing untuk mewujudkan keberhasilan proses pembelajaran di sekolah antara lain ditentukan oleh ketepatan pemahaman guru terhadap perkembangan siswa. Pemahaman terhadap perkembangan siswa tersebut dapat menjadi dasar bagi pengembangan strategi dan proses pembelajaran yang membantu siswa mengembangkan perilaku-perilaku yang baru.

Di tengah pandemi ini ada beberapa peran guru kelas yang sangat urgen untuk diterapkan dalam pembelajaran daring, antara lain :

Sebagai motivator

Guru kelas harus tetap memberi materi atau penugasan disertai pemberian motivasi pada anak didik untuk tetap semangat memberikan nasehat atau hal-hal yang positif agar siswa tidak hanya berpikir tentang ilmu dan menjadi bosan.

Di sisi lain, guru juga harus memperhatikan mood belajar siswa agar tidak terlalu stress akibat tugas dengan berbagai pendekatan.

Sebagai inovator

Guru harus inovatif terhadap media maupun metode yang digunakan dalam pembelajaran. Guru harus menguasai metode yang diterapkan karena pembelajaran tidak berlangsung secara tatap muka. Guru harus pintar-pintar memilih metode pembelajaran agar siswa tidak bosan.

Sebagai evaluator

Guru harus mampu mengevaluasi proses pembelajaran, baik kelebihan dan kekurangan dari pembelajaran daring. Masalah-masalah yang timbul pada siswa maupun saat proses pembelajaran daring. Apakah siswa menerima materi dengan baik atau tidak, dan masalah lainnya.

Di era digital sangat dibutuhkan peran guru dalam memfilter informasi terhadap siswa, karena itu menjadi tantangan agar bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman terutama inovasi dalam mengajar.

Peran guru yang sangat kompleks haruslah disadari oleh guru itu sendiri untuk memajukan siswa-siswanya secara humanis, religius, sosial, dan perasaan, peran guru tidak tergantikan oleh teknologi.

*

Keefektifan pembelajaran daring juga tergantung dari aspek psikologi yang dibangun antara guru kelas dengan siswanya, antara lain: strategi untuk melibatkan siswa lebih tinggi dalam proses pembelajaran, selalu berinteraksi dengan siswa, pemberian reward bagi siswa yang rajin dan tepat waktu mengerjakan tugas.

Aspek psikologis lain adalah membangun komunikasi yang baik dengan siswa, siap mendengarkan keluhan atau masalah siswa, baik di dalam ataupun di luar jam pelajaran. Sehingga hasil belajar atau pekerjaan siswa dapat memberi kepuasan dan kebanggaan bagi semua pihak.

*)Penulis adalah guru SDN Bugul Kidul 2, Pasuruan