Orang Tua Harus Tahu! Ternyata, Ini 5 Perasaan yang Dimiliki Anak Broken Home

1341

 

Pasuruan (WartaBromo.com) – Sebuah keluarga pasti memiliki masalah, tak jarang dari masalah tersebut akhirnya berakhir dengan perceraian. Apabila hal ini terjadi, maka anaklah yang menjadi korban.

Sejauh ini tak banyak orang menyadari bahwa anak yang mengalami broken home cenderung memiliki sifat berbeda. Khususnya jika dibandingkan dengan anak yang masih memiliki keluarga utuh.

Perbedaan tersebut juga diiringi dengan sensitifitas perasaannya. Oleh karena itu, hal ini sangat penting diketahui oleh orang tua. Lantas, apa saja perasaan yang pada umumnya mereka rasakan?

Dinukil dari orami.co.id, sebuah jurnal The Linacre Quarterly ada lima perasaan umum yang dirasakan oleh anak broken home:

1. Sering Merasa Kesepian

Berdasakan penelitian psikologis, seorang anak yang menjadi korban broken home biasanya lebih suka berada di luar rumah. Pasalnya, ia menganggap bahwa suasana di dalam rumah selalu tegang.

Oleh sebab itu, ketika seorang anak broken home sudah keluar rumah, maka ia akan mengulur waktu pulang. Hal ini dilakukannya hanya untuk mencari kesenangan di tengah kesepian yang selalu dirasakan di dalam rumah.

2. Rapuh

Sakit dan terluka adalah salah satu perasaan yang umum dirasakan oleh korban broken home. Maka, apabila perasaannya disakiti, mendengar kata-kata kasar atau melihat perlakuan keji sosoknya pasti langsung terbawa perasaan.

Tak heran jika anak broken home lebih sering menangis sendirian. Bahkan, terkadang mereka lebih mudah menangis jika mendapat bentakan atau teguran keras.

3. Penuh Cinta dan Kasih Sayang

Perasaan ingin dicintai secara utuh pasti terbesit dalam hati seorang anak broken home. Sayangnya, tak banyak orang tua memahami hal ini.

Namun, sekalipun seorang anak broken home tak mendapatkan cinta dan kasih sayang, mereka pasti akan dengan senang hati memberikan itu pada orang lain.

Upaya ini dilakukan karena mereka paham bagaimana rasanya tidak mendapat cinta sejati dari keluarga. Maka dari itu, tak heran jika seorang anak broken home lebih memiliki hati yang besar dibanding anak pada umumnya.

4. Sulit Meluapkan Emosi

Tumbuh dalam sebuah keluarga yang penuh pertikaian dan keributan bukan suatu hal mudah. Apalagi jika perpisahan orang tua adalah fakta terakhir yang harus diterima.

Menanggapi hal ini, anak dengan kondisi ini akan sulit meluapkan emosi. Pasalnya, mereka berpikir bahwa apapun yang dilakukan selalu salah. Oleh karena itu, mereka biasanya memilih diam dan menyendiri saat merasa marah dan emosi.

5. Overprotective

Perasaan terakhir yang umum dimiliki anak broken home adalah overprotective. Hal ini muncul secara natural dari dalam diri karena ia merasa orang yang dicintainya harus dijaga.

Ia takkan rela jika orang yang dicintainya mendapatkan kekerasan fisik maupun mental. Oleh karena itu, anak korban perceraian keluarga tidak segan memberikan balasan kepada yang berani menyakiti orang terkasihnya.

Bahkan, perasaan overprotective ini muncul sejak mereka di usia muda dan akan terus tumbuh hingga dewasa. Tak heran jika seorang anak broken home cenderung bisa diandalkan untuk menjadi pasangan yang baik. (trj/may)