Dapat Perlakuan Buruk, ART di Probolinggo Kabur dari Rumah Majikan

2160

 

Kanigaran (wartabromo.com) – Seorang asisten rumah tangga (ART) di Kota Probolinggo, memilih kabur dari kediaman majikan. ART tersebut mengaku tidak kerasan, setelah diduga mengalami tindakan tidak baik dari majikan.

Ditemui di kediaman anak tirinya, di gang Priksan, Jalan Panglima Sudirman, Wiroborang, Pariyem (44) terlihat lesu. Raut itu nampak setelah upaya kabur dari majikannya berhasil. Pariyem kemudian menceritakan, perihal aksi nekatnya itu.

“Saya keluar rumah dinihari itu karena mencari makan. Khawatir tidak makan besoknya,” kata Pariyem, menceritakan sebab kaburnya semalam, Selasa (16/2/2021).

Sebelumnya, ia bekerja pada keluarga U-S-M, di sekitar jalan Cokroaminoto, Kanigaran, Kota Probolinggo. Tepatnya sejak sekitar enam tahun silam.

Selama kurun waktu tersebut, Pariyem tidak pernah pulang, serta mendapat perlakuan buruk dari majikan. Terutama majikan perempuan, alias istri U-S-M.

Disebut juga oleh wanita asal Solo ini, jika majikannya kerap bertindak kasar. “Hampir setiap hari kalau seperti itu,” ujarnya.

Selain mendapat perlakuan buruk itu, Pariyem juga tidak digaji. Baru tadi malam, ketika kedapatan kabur, sang majikan memberikan uang sekitar Rp 12 juta padanya.

Dikonfirmasi terpisah, U-S-M menepis tudingan sang ART. Sejauh ini, pihaknya sudah memberikan perlakuan yang baik pada sang pembantu. Terutama soal makanan.

“Itu tidak benar, bahkan yang disebut masyarakat penyekapan itu juga tidak benar. Kami sudah memberikan semua haknya. Makan juga kami penuhi, sehari tiga kali. Kadang kalau ada kue juga kami berikan,” jelasnya, pada sejumlah awak media.

Sedangkan soal gaji yang tidak diberikan, U-S-M meluruskan. Bahwa gaji itu dirupakan tabungan. “Sudah kami berikan malam tadi juga, kami tarik dari tabungan dan kami berikan secara penuh,” sambungnya.

Persoalan inipun, sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Diketahui oleh perangkat kelurahan, Babinsa dan Babhinkamtibmas setempat. Ditemui di kantornya, Plt. Kapolsek Mayangan, AKP Suharsono mengatakan, masalah itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Sudah selesai, disaksikan tiga pilar, pemerintah, TNI dan Polri. Sang majikan sudah memberikan semua gaji ART nya itu, dan masalah ini terselesaikan secara baik,” kata lelaki yang akrab disapa Harsono ini.

Dari kejadian itu, kedua belah pihak kemudian membuat surat perjanjian. Untuk tidak membawa perkara tersebut ke ranah hukum. Sebab pihak majikan sudah bersedia memenuhi semua hak ART. Begitu pula sang ART, yang menerima gaji tersebut. (lai/saw)

Simak Videonya: