Stok Cabai di Probolinggo Menipis

450

 

Kanigaran (wartabromo.com) – Melonjaknya harga cabai di pasaran Kota Probolinggo dalam beberapa hari terakhir, membuat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPDI) turun tangan. Hasil inspeksi mendadak di pasar baru oleh tim TPID, didapati stok komoditi tersebut menipis.

Petugas gabungan TPID, terdiri dari Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, Asisten Perekonomian Pemkot Probolinggo dan Satreskrim Polresta Probolinggo, langsung memeriksa sejumlah pedagang di Pasar Baru.

Dari pantauan petugas, naiknya harga cabai ini disebabkan karena minimnya persediaan cabai di pasaran. Salah satu sebabnya, karena terjadi peralihan musim tanam yang ada di tingkat petani.

Selain itu, naiknya harga cabai juga disebabkan karena sudah tidak ada lagi cabai yang berasal dari Kota Probolinggo.

“Jika memang rantai distribusinya tidak ada, atau pedagang kekurangan stok, kami dari DKUPP bisa berkomunikasi dengan penghasil atau pedagang dari daerah lain. Berjejaring dengan daerah lain, agar tidak hanya di Kota Prooblinggo yang harga cabainya meroket,” kata Assisten Perekonomian, Setyorini Sayekti, Kamis (18/2/2021).

Cabai yang ada di pasar baru saat ini, berasal dari daerah lain. Seperti Situbondo, Pasuruan, Sidoarjo dan Kabupaten Probolinggo.

Hasil pendataan, harga semua jenis cabai mengalami kenaikan. Saat ini harga cabai rawit berkisar antara Rp85 ribu hingga Rp100 ribu. Sedangkan harga cabai rawit hijau berkisar antara Rp40 ribu hingga Rp50 ribu.

Harga cabai merah, berkisar antara Rp30 ribu sampai Rp40 ribu. Begitu juga dengan cabai hijau yang dijual antara Rp40 ribu sampai Rp50 ribu. Sementara cabai kering dijual dengan harga Rp55 ribu perkilogram.

Petugas juga memastikan tidak ada masalah distribusi cabai. Yang menyebabkan harga cabai melonjak di pasaran saat ini. “Kami juga akan menindak para pelaku yang melakukan penyimpangan, ataupun penimbunan dalam distribusi cabai,” tegas Kasatreskrim Polresta Probolinggo, AKP Heri Sugiono.

Untuk menekan harga cabai ini, inspeksi mendadak akan terus dilakukan secara berkelanjutan, hingga harga cabai tidak memberatkan para konsumen. (lai/saw)

Simak videonya: