Dinkes Kabupaten Probolinggo Siapkan Vaksinator Tahap II

471

 

Mayangan (wartabromo.com) – Jelang pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap II, Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo mulai ambil ancang-ancang. Salah satunya dengan menambah vaksinator baru.

Hal ini disebabkan target pejabat pelayanan publik dan masyarakat yang membutuhkan lebih banyak vaksinator. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, dr. Sodik Tjahyono mengatakan, saat ini ada sekitar 225 vaksinator.

“Tersebar di 33 puskesmas dan rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta,” katanya, Jumat (19/2/2021).

Untuk proses vaksinasi tahap dua, Sodik menyebut pihaknya mulai melakukan persiapan. Di antaranya menyediakan ruang penyimpanan vaksin atau cold room. Kabupaten Probolinggo sendiri, termasuk dalam 5 kabupaten/kota di Jawa Timur yang memiliki fasilitas cold room besar.

“Jadi tidak perlu khawatir, berapapun jumlah vaksin yang dikirim, bisa kami tampung,” imbuhnya.

Sementara soal tenaga vaksinator, dirinya menyebut segera menggelar “On the Job Trainning” bagi vaksinator baru. Guna memenuhi kebutuhan vaksinator di tahap II nanti.

Kendati demikian, Dinkessetempat masih belum mendapatkan jumlah penerima dan  vaksin yang digelontorkan untuk Kabupaten Probolinggo. Sebagai langkah antisipasi, pihak Dinkes juga mendata calon penerima vaksin pada tahap kedua ini.

“Sebab yang mengerti kondisi di lapangan kan kami, Dinkes melalui Puskesmas. Pusat kan tidak tahu,” ujarnya.

Data itu nantinya akan disinkronisasi dengan data penerima dari pusat. Sehingga benar-benar tepat sasaran. Tak hanya itu, demi tepatnya data sasaran vaksinasi tahap II, Sodik bilang, pihaknya sudah melayangkan surat kepada instansi terkait.

Soal efek samping pasca vaksinasi tahap pertama, Sodik menyebut tidak ada keluhan berarti. Hanya ada dua laporan keluhan dari Kecamatan Dringu dan Bantaran. Kejadian ikutan pasca vaksin yang dilaporkan adalah alergi ringan.

“Tapi setelah dirawat sebentar sudah normal kembali. Kebanyakan dari penerima vaksin, melaporkan nafsu makan yang makin tinggi. Atau kerap mengantuk. Artinya, penerima memang diharuskan istirahat cukup dan makan bergizi,” katanya.

Vaksinasi ini, diharapkan bisa menjadi jalan keluar untuk menjalani kehidupan normal. Pasca pandemi Covid19, yang telah berlangsung setahun terakhir. Sehingga seluruh aspek kehidupan, kembali normal. (lai/saw)

Baca juga: Tuntaskan Vaksinasi Pertama, Pemkab Probolinggo Suntik Vaksin Pejabat Publik