Tetap Peringati HPSN di Masa Pandemi

463
NGOBROL SAMTAKU: perwakilan dari DLH, dinas kesehatan atau puskesmas Gondangwetan, Bank sampah martopuro Purwosari, OPA Patas dan SR Manager AQUA Keboncandi Hari Wicaksono (dua dari kiri) usai ngobrol SAMTAKU.

Pasuruan (WartaBromo.com) – Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2021 tetap menjadi momentum OPA PATAS dan Karang Taruna Desa Keboncandi. Dengan didukung AQUA Keboncandi, mereka menggelar kegiatan bersih sampah.

Aksi ini dilakukan di beberapa titik yang ada di desa. Selanjutnya mereka juga diajak ngobrol bareng soal SAMTAKU (Sampahku Tanggung Jawabku).
Dari aksi bersih itu terkumpul 500 Kg sampah. Komposisinya terdiri dari sampah rumah tangga dan sampah popok bayi.

Ngobrol Samtaku ini dihadiri beberapa narasumber. Di antaranya dari DLH Kabupaten Pasuruan, Yeni Kirana, Puskesmas Gondangwetan, dr Dian Megawati, SR Manager PT Tirta Investama Keboncandi, Hari Wicaksono dan pegiat lingkungan dari Bank Sampah Martopuro Purwosari, Nur Hasan.

Tema yang diangkat adalah “Nasib sampah pasca pandemi”. Dengan ngobrol bersama pihak terkait diharapkan warga sekitar lebih sadar akan kebersihan dan kesehatan lingkungan.

PATUT DITIRU: Aksi bersih sampah di desa Keboncandi yang dilakukan AQUA Keboncandi, karang taruna, OPA Patas dan komunitas lainnya.

Ketua pelaksana kegiatan, Tri Saputra Wijaya menyatakan kegiatan tersebut diharapkan masyarakat sekitar, khususnya Desa Keboncandi menjadi sadar akan bahaya dan dampak negatif jika sampah dibuang sembarangan.

“Kami juga berkomitmen untuk memanfaatkan material yang terkumpul, sebagai bahan baku kemasan atas produk air minum yang kami gunakan, sehingga tidak berpotensi mencemari lingkungan,” terang Hari Wicaksono, SR Manager AQUA.

Tri Saputra menambahkan, butuh kerjasama antar pihak terkait. Karena urusan lingkungan, khususnya sampah ini tidak bisa diselesaikan sendiri. Melainkan harus diselesaikan secara bersama antar pihak terkait.

Kegiatan seremonial seperti ini hampir setiap tahun digelar. Namun di masa pandemi seperti sekarang ini dilakukan sesuai protokol Kesehatan yang ketat.

Hari berharap melalui aksi nyata OPA PATAS dan Karang Taruna, semoga bisa mengedukasi masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Karena bisa mengganggu kesehatan. Sedangkan beragam jenis sampah plastik sebenarnya masih memiliki nilai ekonomis dan dapat diolah kembali. (day/*)