Inilah 5 Isu Terkait Pesugihan Bayi Bajang

2050

 

Pasuruan (WartaBromo.com) – Pesugihan seolah bukan hal aneh didengar masyarakat, khususnya di daerah Jawa Timur. Berbagai praktik pesugihan kerap ditemukan, salah satunya pesugihan bayi bajang.

Selama ini, cerita menganggap bahwa baji bajang hanya sekedar hantu biasa. Namun ternyata, sosok ghaib ini bisa digunakan untuk menjalankan pesugihan. Meski begitu, tidak sedikit pula orang yang membenarkan hal ini.

Namun, seorang praktisi spiritual, Furi Harun menjelaskan bahwa pesugihan bayi bajang memang benar adanya. Ia juga menjelaskan bahwa praktik pesugihan ini dinilai lebih aman.

Tak hanya itu, dinukil dari beberapa sumber, ternyata terdapat lima isu terkait pesugihan bayi bajang. Apa saja? Ini dia!

1. Bayi Hasil Aborsi yang Berusia 7 Bulan

Furi Harun menuturkan bahwa praktik pesugihan ini dilakukan dengan menggunakan bayi hasil aborsi. Adapun usia bayi dalam kandungan harus berusia tujuh bulan.

“Bayi berusia tujuh bulan korban aborsi diambil ruhnya untuk dijadikan sebagai sarana pesugihan,” ungkap Furi saat dihubungi melalui telepon oleh salah satu media beberapa waktu lalu.

2. Praktik Penumbalan Tidak Dilakukan Secara Langsung

Berbeda dengan pesugihan lain yang mengharuskan membawa objek pesugihan untuk melangsungkan ritual, pesugihan bayi bajang tidak demikian. Artinya, jasad bayi hasil aborsi tidak dibutuhkan.

Melainkan hanya ruh-ruhnya saja yang dipanggil melalui ritual khusus. Oleh karena itu, pesugihan bayi bajang dinilai lebih aman karena tidak mengorbankan nyawa orang lain.

3. Pelaku Pesugihan Akan Sulit Mendapatkan Anak (Sering Keguguran)

Hal paling mengerikan terkait isu pesugihan bayi bajang adalah mengancam pelakunya. Apabila pelakunya adalah pasangan suami istri maka sang istri akan sulit mendapatkan anak.

Kebanyakan si istri akan sering mengalami keguguran tanpa sebab. Sedangkan bagi yang sudah tua akan sulit mendapatkan cucu semasa hidupnya.

4. Mahar yang Harus Dibayarkan Mencapai Puluhan Hingga Ratusan Juta Rupiah

Jika pesugihan pada umumnya tidak terlalu membutuhkan mahar mahal, pelaku pesugihan bayi bajang harus mengeluarkan puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Mengapa? Pasalnya, ritual yang dilakukan cukup sulit dan membutuhkan waktu lama. Lebih lagi sang paranormal harus mendapatkan ruh bayi yang baru diaborsi.

5. Pelaku Harus Menyediakan Ruangan Khusus

Setiap pesugihan pasti memiliki syarat sebagai pantangan, tanpa terkecuali pesugihan bayi bajang. Bagi pelaku pesugihan ini, diharuskan memiliki ruangan khusus.

“Biasanya pelaku diminta untuk menyiapkan sebuah ruangan di rumah yang tidak boleh diisi oleh siapapun. Ruangan tersebut digunakan sebagai tempat ritual sang pelaku. Jadi setiap malam apa, harus bakar sesuatu,” tukasnya. (trj/may)