Pemprov Jatim Anggarkan Rp150 Juta Bangun Tanggul Sungai Kedunggaleng

869

 

Dringu (WartaBromo.com) – Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur berencana membangun kembali tanggul di Sungai Kedunggaleng Desa/Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Dana sebanyak Rp150 juta telah disiapkan.

Berdasarkan pantauan UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai (PSDA WS) Welang Pekalen Pasuruan, ada 4 titik tanggul jebol di sungai yang berhulu di lereng Gunung Bromo itu. Namun, kerusakan terparah berada di RT 3 RW 02 Desa Dringu. Dari hasil perhitungan rencana anggaran biaya (PRAB) diperkirakan anggaran perbaikan tanggul sebesar Rp150 juta.

“Itu khusus untuk tanggul yang di Dringu, karena lokasi terparah. Kami berharap mendapat dukungan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Probolinggo, untuk perbaikan titik lainnya,” ujar Kepala UPT PSDA WS, Novita Andriani.

Plt Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo, Tutug Edi Utomo mengatakan, prioritas pihaknya saat ini adalah kegiatan kedaruratan bencana banjir. Seperti penguatan pelengsengan dengan tumpukan sak pasir (sandbag) dan pembangunan pelengsengan. Kegiatan kedaruratan itu telah dikoordinasikan oleh pemerintah bersama masyarakat terdampak dan pemangku kebijakan lainnya.

Pembangun pelengsengan atau tanggul, ditegaskannya tetap menjadi perhatian Pemkab Probolinggo. Namun, karena Sungai Kedunggaleng merupakan kewenangan Provinsi Jawa Timur, maka pihaknya sebatas mengusulkan pembangunan infrastruktur itu. Dari perhitungannya dana yang dibutuhkan untuk membangun kembali tanggul, sangat besar. “Ikhtiar, pemkab akan mengusulkan ke Pemprov Jatim,” sebut Tutug secara terpisah.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, warga 2 Desa Kecamatan Dringu dilanda banjir selama 2 malam berturut-turut. Yakni pada Sabtu-Minggu, 27-28 Febuari 2021 malam. Di Desa Kedung Dalem, ada 118 KK (Kepala Keluarga) dengan 472 jiwa terdampak.

Sedangkan di Dringu, ada 1.650 KK dengan 6.600 jiwa. Total 7.072 jiwa dari 1.768 KK. Data terdampak itu, berdasarkan asesmen petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. (lai/saw/ono)