80 Izin Tambang Beroperasi di Kabupaten Pasuruan, Kejayan Terbanyak

1184
Salah satu lokasi tambang di lereng Penanggungan yang masih berlangsung hingga kini. Foto: Asad Asnawi.

 

Pasuruan (WartaBromo.com) – Aktivitas pertambangan disebut-sebut turut memberi kontribusi intensitas bencana di Pasuruan belakangan ini. Utamanya banjir.

Direktur Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Jawa Timur, Rere Christanto pun mendesak pemerintah melakukan kajian komprehensif terkait daya dukung lingkungan setempat.

“Saya kira itu paling mendasar ya. Hasil kajian itu yang nantinya akan dipakai sebagai dasar kebijakan peruntukan kawasan,” kata Rere melalui sambungan telepon.

Dalam konteks pertambangan misalnya. Rere menyebut, regulasi memang memungkinkan dibukanya kegiatan tambang. Namun, hal itu harus didasari kajian terhadap daya dukung setempat.

Pun demikian terhadap kegiatan tambang yang sudah dibuka. “Jika memang kondisi lingkungan sudah tidak memiliki daya dukung, atau berpotensi membawa dampak, kebijakan harus diambil. Jika tidak, ya akan sulit,” terang Rere.

Di Kabupaten Pasuruan, berdasar data dari Kementerian ESDM, sedikitnya terdapat 80 izin konsesi tambang yang saat ini beroperasi. Mulai dari eksploitasi hingga produksi.

Dari angka tersebut, berdasar lima kecamatan terbanyak, Kecamatan Kejayan menjadi wilayah dengan lokasi tambang terbanyak. Yakni, 24 titik tambang. Disusul Pasrepan, dengan 16 lokasi. Dua di antaranya habis per Januari lalu.

Kemudian, Kecamatan Winongan dengan 13 lokasi dan Lumbang, 12 lokasi. Sedangkan Gempol sebanyak 9 lokasi.

Yang patut dicatat, puluhan tambang tersebut terbatas pada tambang berizin. Sementara yang tidak berizin atau ilegal belum teridentifikasi.(oel/asd)