Cabai Melebihi Harga Daging, Ini Pengakuan “Derita” Pengusaha Kuliner

1002

Pasuruan (wartabromo.com) – Semakin pedasnya harga cabai rawit membuat pengusaha kuliner di Kota Pasuruan harus memutar otak. Terutama, pada usaha produk olahan yang banyak menggunakan cabai sebagai bahan baku utama.

Supriadi (56) pedagang bakso di kawasan Taman Kota Pasuruan merasakan dampak harga cabai yang masih melambung tinggi. Ia harus tetap berjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Aduh, larang saiki (mahal sekarang). Biasanya dulu cuma Rp40 ribu, sekarang malah tembus Rp120 ribu perkilo,” ujar Pri sapaan akrabnya saat berjualan bakso, Selasa (9/3/2021).

Ia mengaku harus memutar otak dan mengurangi jumlah pembelian cabai sejak 2 minggu terkahir. Hal tersebut dilakukan agar penjualannya tidak mengalami kerugian yang cukup tinggi.

Baca Juga :   Ditangkap BNN, Warga Gempol ini Mengaku Jadi Kurir Ganja Karena Kesulitan Ekonomi saat Pandemi

“Biasanya beli 1 kilo setengah, saat ini hanya 0,5 kilo saja,” katanya.

Mengurangi penggunaan cabai juga dilakukan oleh Mamat (26), penjual tahu gejrot di Jalan Diponegoro, Kota Pasuruan. Ia menyadari, mengurangi cabai cukup mempengaruhi cita rasa jajanan yang ia jual.