Sidak Terminal Wisata, Gus Ipul Soroti Ini

893
Wali Kota Pasuruan, Gus Ipul (baju putih) saat mengunjungi Terminal Wisata Kota Pasuruan, Sabtu (3/4/2021). Foto: Emil.

Pasuruan (WartaBromo.com) – Wali Kota Pasuruan, Safullah Yusuf melakukan inspeksi mendadak (sidak) Terminal Wisata Kota, Sabtu (03/04/2021) sore.

Dilakukannya sidak tak lain untuk memastikan kesiapan terminal wisata menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1442 H yang tinggal menghitung hari.

Menurut wali kota, kondisi terminal wisata sudah bagus. Dalam artian, kebersihan di sekitar terminal wisata sudah terjaga, plus penataan parkir kendaraan yang sudah sesuai.

“Tidak ada yang dirubah. Saya apresiasi kebersihan di terminal wisata ini. Yang penting kebersihannya dijaga, airnya lancar, listrik tidak mati, terang, dan nyaman untuk semua usia,” kata Wali kota, di sela-sela sidak.

Hanya saja, meski sudah bersih dan rapi, wali kota yang akrab disapa Gus Ipul ini meminta OPD (organisasi perangkat daerah) terkait untuk mempercantik terminal wisata dengan pengecatan warna-warni.

Selain itu, juga memasang lampion garden (lampu-lampu taman), memperbanyak area cuci tangan dan air bersih, serta penambahan spot selfie (area foto) agar menarik wisatawan yang akan berziarah ke makam KH Abdul Hamid.

“Tinggal dilakukan sedikit pembenahan. Misalnya kita cat dengan warna-warni. Selain itu, juga harus ditambah spot foto serta ruang tunggu yang bersih dan nyaman. Fasilitas air bersih serta cuci tangan juga harus diperbanyak. Itu nanti akan membuat para peziarah atau wisatawan nyaman dan mampir ke terminal wisata,” tegasnya.

Seperti diketahui, dalam 7-8 bulan terakhir, Terminal Wisata Kota lesu karena pandemi yang membuat ditutupnya toko-toko di sekitar terminal.

Untuk itu, menyambut Ramadan dan Idul Fitri, Gus Ipul meminta toko-toko untuk dapat beroperasi pada jam menjelang berbuka atau menunggu waktu sahur, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Yang penting semangat. Harapan saya, disamping sebagai terminal, bisa jadi tempat orang ngabuburit, nunggu buka puasa, kalau perlu sahur bersama. Musala dibersihkan, toilet juga harus bersih,” jelasnya.

Lebih lanjut mantan Wakil Gubernur Jatim ini menegaskan, bahwa terminal wisata ini juga akan dilengkapi dengan musik religi, sehingga menambah suasana nyaman bagi para pengunjungnya.

Para PKL yang berjualan juga akan diarahkan mengikuti tema-tema tertentu. Misalnya akan ada yang khusus berjualan nasi kebuli, nasi mandi, serta kuliner khas timur tengah.

“Rawon khas Pasuruan juga harus ada yang jual sehingga nuansa Pasuruan bisa terasa,” sambutnya.

Selain terminal, para tukang becak yang selama ini tergabung dalam becak wisata juga akan ditata sehingga tak berebut dan tertib. (mil/asd)