Hasil Testpack Positif Berubah Jadi Negatif, Kenapa?

494

Pasuruan (WartaBromo.com) – Tidak sedikit wanita yang ternyata tidak hamil padahal hasil testpacknya positif. Kejadian ini tentu saja membuat kebanyakan wanita merasa bingung dan khawatir.

Meski hal ini tak asing terjadi, ternyata masih sedikit wanita yang tidak tahu penyebab perubahan tersebut. Lantas, kenapa bisa hasil testpack yang positif bisa berubah menjadi negatif?

Dinukil dari beberapa sumber, ada 3 penyebab perubahan hasil. Apa saja? Ini jawabannya:

1. Keguguran Dini

Penyebab hasil test pack positif berubah jadi negatif yang pertama adalah keguguran dini atau hamil kimiawi. Berdasarkan hasil studi yang diterbitkan dalam International Journal of Obstetrics and Gynaecology (BJOG), faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko keguguran dini diantaranya adalah stres.

Keguguran ini bisa juga terjadi karena sebelumnya seorang wanita pernah mengalami keguguran, traumatis karena kehamilan dan masih banyak lagi.

2. Hook Effect

Penyebab hasil test pack positif berubah jadi negatif yang selanjutnya adalah hook effect. Adapun hal sederhana yang dapat dilakukan untuk memastikan bahwa hasil negatif yang didapatkan disebabkan oleh hook effect yaitu:

– Kumpulkan urin dalam sebuah wadah bersih

– Encerkan urin tersebut menggunakan air dengan takaran yang sama

– Lakukan tes kehamilan menggunakan urin yang sudah diencerkan tersebut

Penting diketahui, apabila test kehamilan yang muncul karena hook effecy, maka akan menunjukkan warna garis yang lebih gelap.

3. Terdampak Efek Perawatan Kesuburan

Penyebab hasil test pack positif berubah jadi negatif yang selanjutnya adalah efek perawatan kesuburan. Menurut Mary Jane Minkin, M.D., profesor klinis OB/GYN dan reproduksi di Yale University School of Medicine, mengatakan bahwa perawatan kesuburan juga bisa mengacaukan hasil test pack.

“Beberapa wanita menerima suntikan hormon hCG untuk membantu melepaskan sel telur. Dalam hal ini, hCG yang memicu hasil positif kemungkinan berasal dari suntikan hormon itu dan bukan dari kehamilan yang sebenarnya.” jelas Dr Minkin. (trj/may)