RSUD Bangil Tambah Alat Cuci Darah untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

1485
ELEGAN: Suasana ruangan Hemodialisis usai diresmikan Bupati Irsyad Yusuf, Kamis pagi (15/4).

 

Bangil (Wartabromo.com) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangil terus meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Utamanya mereka yang menderita gagal ginjal atau harus cuci darah.

Untuk mengatasi hal tersebut, maka pada Kamis (15/4), dilakukan peresmian pengembangan pelayanan Hemodialisis (Hd) untuk pengobatan penyakit gagal ginjal. Peresmian dilakukan langsung Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf.

RUANG CUCI DARAH: Direktur RSUD Bangil, dr Arma Rosalina M.Kes menjelaskan kepada Bupati saat kunjungan ruangan Hemodialisis.

Peresmian dilakukan dengan membubuhkan tanda tangan prasasti. Kemudian, pengguntingan pita. Dan selanjutnya Bupati bersama jajaran terkait mengunjungi ruangan Hd untuk memastikan kesiapan ruangan, SDM dan alat mesin cuci darah.

TANDA TANGAN PRASASTI: Bupati Irsyad membubuhkan tanda tangan di prasasti saat peresmian pengembangan pelayanan hemodialisis.

Saat ini sudah siap beroperasi 20 mesin Hemodialisis. Dan ke depan, rumah sakit tipe B ini menargetkan penambahan 16 mesin baru. Sehingga total keseluruhan menjadi 36 mesin Hd.

MOTOR AMBULANCE: Bupati Irsyad juga mengecek motor ambulance milik RSUD Bangil. Motor ambulance ini berguna untuk menyusuri masyarakat yang butuh pertolongan cepat atau tidak bisa dilalui dengan mobil.

Direktur RSUD Bangil, dr. Arma Rosalina M.Kes dalam sambutannya menyatakan, unit hemodialisis yang dimiliki RSUD Bangil sudah beroperasi sejak 4 April 2016. Dengan kapasitas mesin sebanyak 9 unit. Sementara itu, hasil dari Feasibility Study, kebutuhan layanan hemodialisasi semakin meningkat dengan tingginya daftar antrean pasien yang memerlukan hemodialisis.

“Bahwa 0.08 persen jumlah penduduk mengalami Chronic Kidney Disease – End Stage Renal Disease, maka dengan jumlah penduduk sebanyak 1.605.969 yang menglami CDK ESRD adalah 1.285 jiwa yang memerlukan tindakan hemodialisis dimana seharusnya di Pasuruan Raya tersedia sebanyak 428 mesin. Untuk itulah, RSUD Bangil berupaya untuk menambah kapasitas layanan hemodialisis,” jelas dr. Arma M.Kes dalam sambutan peresmian tersebut.

Sebagaimana arahan dan dukungan Bupati Pasuruan beserta jajaran, pada 2020, sesuai roadmap pengembangan pelayanan, pihak RSUD Bangil berupaya menambah kapasitas layananan menjadi sebanyak 36 unit. Dengan penambahan unit tersebut, maka dibutuhkan ruang baru ke gedung eks IGD untuk bisa menampung mesin baru tersebut.

“Alhamdulillah mulai awal April 2021 berdasarkan izin penyelenggaraan unit Hemodialisis nomor HD/1271.1/424.072/2021 tanggal 26 Maret 2021 telah siap untuk beroperasional sebanyak 20 mesin yang bisa melayani 120 pasien. Dan pada tahun ini juga, akan memaksimalkan kapasitas layanan menjadi 36 mesin yang bisa melayani pasien sebanyak 216 orang,” Sambungnya.

Selain penambahan alat Hemodialisis, rumah sakit bertipe B ini, juga meluncurkan sepeda motor ambulan. Menurut dr Arma, sepeda motor Ambulan ini bisa digunakan oleh masyarakat yang membutuhkan dalam keadaan mendesak dan di lokasi yang tidak memungkinkan penjemputan dengan mobil.

“Kalau ada keluarga atau masyarakat yang sakit atau kecelakaan misalnya, itu bisa menghubungi nomor telfon 643-5999 atau 643-5990. Kalau rumahnya yang akses masuknya susah, di gang-gang, kita bisa menggunakan motor ambulance, untuk mempercepat respon penanganan kedaruratan pada pasien yang sakit. Biayanya lebih terjangkau, daripada mobil,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf, mengapresiasi peningkatan layanan kesehatan yang telah dilakukan oleh RSUD Bangil. Khususnya, dengan penambahan alat Hemodialisis yang baru.
Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada Civitas Hospitalia (seluruh manajemen dan karyawan RSUD Bangil) atas kerjasamanya selama ini.
“Dengan adanya penambahan alat Hemodialisis ini, menjadi indikator bahwa RSUD Bangil terus meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat,” ucap Bupati Irsyad usai meresmikan Instalasi Hemodialisis.

Dengan adanya penambahan alat dan pengembangan pelayananan Hd ini, maka Bupati berharap pasien tidak perlu lagi jauh-jauh ke Surabaya atau Malang. Apalagi image yang dibangun RSUD Bangil terus membaik di mata masyarakat. “Merubah image masyarakat itu tidak mudah. Butuh kerja keras semua pihak. Butuh pelayanan prima dan kesabaran dari semua Civitas Hospitalia RSUD Bangil. Termasuk sosialisasi terus menerus kepada masyarakat,” tegasnya. (oel/day/*)

Simak videonya: