Harjakabpro ke-275 Jadi Momen Kebangkitan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19

1064

 

Kraksaan (wartabromo.com) – Hari jadi ke-275 Kabupaten Probolinggo, menjadi momentum bangkit dan berbenah. Mempercepat ketahanan ekonomi dan kehidupan masyarakat di tengah deraan pandemi covid-19 yang berlangsung selama hampir 2 tahun ini

Fokus dalam peringatan Harjakabpro 275 pun tertuju pada pemulihan industri, investasi, kesehatan, dan infrastruktur di Kabupaten Probolinggo. Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari menyebut, bersamaan dengan peringatan hari jadi ke-275 ini, dari sisi pemerintah, bertujuan untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat.

“Khususnya pemerintah, bagaimana bisa hadir di tengah masyarakat dan menyelesaikan dinamika dan tantangan yang terjadi,” katanya, Minggu 18 April 2021, di Pendopo Kabupaten Probolinggo.

Selain itu, pemerintahan yang bersih, akuntabel dengan target-target yang tertuang dalam RPJMD serta visi misi Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo, menjadi fokus pembangunan ke depan.

“Harapannya, ini menjadi momentum bersama, bahan refleksi diri dan menjadi injek semangat bersama. Di tengah pandemi covid19. Tantangan yang ada, bersama dengan kapasitas masing-masing, mari kita jadikan Kabupaten Probolinggo maju, sejahtera, baldatun toyyibatun warobbul ghofur,” sebut bupati ke 34 ini.

Dengan segala ikhtiar bangkit pasca pandemi itu, bupati juga berharap agar wilayah ini menjadi kabupaten yang aman, tentram, nyaman, masyarakatnya sehat, dan bahagia.

Peringatan hari jadi tahun ini, berlangsung sangat sederhana. Diawali dengan ziarah ke makam Kiai Djojolelono -Bupati Probolinggo pertama.

“Ini merupakan agenda tahunan. Sebagai bentuk penghormatan pada bupati terdahulu yang babat alas di wilayah Probolinggo ini. Alhamdulillah tahun ini bisa dilaksanakan kembali meski dengan jumlah terbatas dan digelar virtual di 24 kecamatan,” jelasnya.

Soal perkembangan dan potensi penularan covid19, istri Hasan Aminudin ini juga mengimbau masyarakat agar tetap disiplin prokes. Angka covid setidaknya jangan dijadikan sebagai acuan maupun alasan, untuk mengendorkan pelaksanaan protokol kesehatan di masyarakat.

Sebab dalam tiga hari terakhir, sempat terjadi peningkatan kembali kasus konfirmasi positif. Hal ini, merupakan dampak dari mulai kendornya disiplin prokes di lapangan.

Bupati yang juga seorang ibu dari tiga anak ini mencontohkan, kasus penularan covid19 yang begitu besar di India. “Hari ini India hampir kolaps. Akibat dari menurunnya prokes selama sebulan terakhir. Jadi memang baru dirasa dampaknya, setelah sebulan atau dua bulan setelahnya. Jangan sampai itu juga terjadi di sini,” tegas Tantri.

Sebagai pimpinan daerah, dirinya meminta masyarakat untuk tetap sabar, semangat dalam menghadapi pandemi covid19 ini. Dengan sikap tersebut, diharapkan bisa mengantarkan Kabupaten Probolinggo bebas dari covid19. (lai/**)