Gagal Gandakan Uang, Dukun Ini Putuskan Habisi Nyawa Janda Asembagus

2797
Pelaku pembunuhan janda di Asembagus (peci hitam, nomor 2 dari kanan) saat dipamerkan di Mapolres Probolinggo.

 

Kraksaan (WartaBromo.com) – M. Anwar, warga Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo ditetapkan sebagai tersangka pembunuh Juhairiyah. Pelaku menghabisi korban gegara gagal menggandakan uang.

Kapolres Probolinggo, AKBP Ferdy Irawan mengatakan, korban dan pelaku kenal sejak 2 bulan lalu, di salah satu warung dekat rumah Juhairiyah di Desa Asembagus, Kecamatan Kraksaan.

Dari perkenalan itu, korban mulai sering curhat perihal putaran uang miliknya kepada sang dukun. Uang arisan dan tabungan yang dikelola korban, banyak dipinjam orang namun tak kunjung dikembalikan.

Padahal tabungan dan arisan itu, harus dikeluarkan atau dibagikan ke nasabah pada bulan Ramadan ini. Kondisi itu, membuat korban bingung. “Korban lantas meminta bantuan pelaku untuk menggandakan uangnya. Dari situlah korban dan pelaku sering menjalin komunikasi sampai ke perjanjian penggandaan uang,” kata Ferdy, Selasa (20/4/2021).

Kemudian pada Kamis (15/4/2021) sekitar pukul 22.00 WIB, pelaku datang ke rumah korban. Anwar langsung masuk ke kamar korban untuk penggandaan uang. Mahar yang disediakan sekitar Rp104 juta, yang disebutkan merupakan uang hasil penjualan perhiasan janda 2 anak itu.

“Tersangka kemudian mencoba menggandakan uang korban, namun ternyata gagal. Tersangka sempat pamit pulang, karena merasa tidak bisa menggandakan uangnya, Tapi korban terus memaksa pelaku dan mengancam akan berteriak, jika tidak bisa menggandakan uangnya,” terang kapolres.

Karena takut ditangkap warga, pelaku memutuskan mengambil jalan pintas, menjerat leher korban hingga meninggal dunia. Dituturkan, saat itu korban sempat melawan. Usai memastikan korban meninggal dunia, pelaku kemudian kabur membawa semua uang korban.

“Kami masih menyelidiki lebih lanjut apakah ada keterlibatan pelaku lain atau hanya dilakukan pelaku seorang diri,” tandas mantan Kapolres Tangerang Selatan itu.

Diberitakan sebelumnya, Juhairiyah ditemukan tewas di kamar tidurnya Kamis (15/4/2021) sekitar pukul 23.30 WIB. Korban ditemukan tak bernyawa dengan posisi tengkurap. Sejumlah luka serta lebam juga didapati di leher dan wajah korban, sehingga diduga kuat merupakan korban pembunuhan.

Jenazah kemudian dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati, Kecamatan Kraksaan untuk visum dan autopsi. Untuk mengungkap luka-luka di beberapa bagian tubuh korban, Satreskrim Polres Probolinggo mendatangkan tim Dokter Kesehatan (Dokkes) Bhayangkara Surabaya, ke kamar mayat RSUD Waluyo Jati untuk autopsi forensik pada Jumat (16/4/2021). (cho/saw/ono)