5 Perkara yang Menyebabkan Kesengsaran Dunia Akhirat

1430

Pasuruan (WartaBromo.com) – Semua umat Islam pasti tidak ingin hidup sengsara di dunia maupun di akhirat. Sayangnya, banyak yang tak
menyadari jika ternyata ada perkara-perkara yang menyebabkan kesengsaraan.

“Sumber kesengsaraan di dunia dan akhirat itu ada lima, nah ini seringkali tak sadar dilakukan oleh umat Islam, padahal dampaknya sangat merugikan diri sendiri,” kata Kiai Nurul Huda Muhammad, Ketua MUI Kabupaten Pasuruan.

Lantas, apa saja lima perkara yang menyebabkan kesengsaraan di dunia dan di akhirat? Simak, yuk!

1. Jauh dari Salat

Dikatakan Kiai Nurul Huda, orang yang tidak salat tergolong ke dalam orang munafik. Kemunafikan itu akan menyebabkan hati seseorang menjadi gelap dan memunculkan pikiran negatif.

“Dari hati yang gelap akan memunculkan pikiran negatif, mudah berburuk sangka kepada sesama manusia maupun kepada Allah. Apabila sudah begitu maka tak terasa dosa menumpuk dan menyebabkan kesengsaraan di akhirat sebab akan dimasukkan neraka,” jelasnya.

2. Durhaka pada Orang Tua

Orang tua adalah sumber kebahagiaan di dunia dan akhirat yang bisa dengan mudah didapatkan anak, asalkan berbakti pada keduanya. Namun, bagi orang yang durhaka pada orang tua, maka Allah Swt akan mempersulit urusan hidupnya di dunia.

Tak hanya itu, perbuatan durhaka pada orang tua juga akan berdampak pada kehidupan di akhirat kelak. Sekalipun banyak kebaikan lain yang dilakukan di muka bumi, selama tak bisa menghargai orang tua, maka Allah Swt takkan mengampuninya.

“Kalau ada anak yang tidak berbakti kepada orang tuanya, jangan harapkan anak itu akan jadi orang yang sukses, tidak akan bahagia hidupnya, di akhiratpun akan disiksa dengan kejam oleh Allah Swt,” tutur Kiai Nurul Huda.

3. Jauh dari Al-Qur’an

Alquran adalah pegangan hidup setiap muslim, petunjuk jalan agar tidak tersesat dalam mengarungi bahtera kehidupan. Apabila sebagai umat Islam berpaling dari Al-Qur’an, maka tentu akan ditimpa oleh berbagai bencana, baik di dunia maupun di akhirat.

Sebagaimana disebutkan firman Allah Swt di dalam Al-Qur’an surah Thaha ayat 124, artinya: “Barangsiapa yang berpaling dari peringatanKu (Alquran), maka baginya rezeki yang sempit. Dan di hari kiamat dia akan didatangkan dalam keadaan buta.”

“Nah ini, bagi yang jauh dari Al-Qur’an sudah pasti rejekinya akan sempit. Oleh karena itu, kalau ingin rejekinya lancar, bacalah Al-Qur’an, khatam di ulang lagi, khatam di ulang lagi, begitu seterusnya, kalau bisa satu hari 3 juz minimal,” tegas Kiai Nurul Huda.

4. Bergaul dengan Lingkungan yang Buruk

Kemudian, perkara yang menyebabkan hidup di dunia sekaligus akhirat menjadi sengsara adalah pergaulan. Apabila terpersok dalam pergaulan dan lingkungan yang buruk, maka hidup akan menjadi kacau.

Pasalnya, pergaulan yang buruk bisa mempengaruhi karakter diri sendiri. Maka dari itu Kiai Nurul Huda menyarankan agar cermat dalam memilih lingkungan pergaulan.

5. Tidak Puas Terhadap Nasib yang Diberikan Allah Swt

Allah Swt sudah menjamin kehidupan manusia, namun bukan berarti sebagai umat Islam hanya pasrah dengan keadaan. Tak pula menggerutu dengan apa yang telah terjadi dalam hidup.

Apabila tak mau berusaha dan tak mau mensyukuri pemberian dan nikmat Allah Swt, maka kehidupan di dunia sampai kapanpun tak akan merasa cukup. Serta, di akhirat dipersulit jalan menuju surga. (trj/may)