Tiga Rumah Rusak Akibat Ledakan di Gempol, Polisi Temukan Ini

557
Rumah milik Jainal di Ngerong, Kecamatan Gempol yang luluh lantak akibat ledakan, Minggu (9/5/2021). Foto: Miftahul Ulum.

 

Gempol (WartaBromo.com) – Ledakan yang terjadi di rumah warga Kecamatan Gempol, diduga berasal dari bahan petasan. Hal itu dibuktikan dengan temuan barang bukti di lokasi kejadian.

Dari tempat kejadian di rumah milik Jainal, di Dusun Kedanten Kulon, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, 1 kaleng tahu dan 1 timba air berisi mesiu.

Selain itu, slongsong kertas dan lembaran kertas bahan baku petasan juga diamankan sebanyak satu kardus.

Sejumlah petasan siap disulut juga ikut diamankan polisi. Petasan ini ukuran berkisar diameter 5 cm dan panjang 10 cm.

“Dibawa ke Mapolres Pasuruan,” kata Kapolsek Gempol Kompol Kamran, di lokasi kejadian.

Sementara Jainal, kata Kamran, sudah diamankan pihak kepolisian untuk dimintai keterangan terkait petasan miliknya yang meledak.

“Pemilik rumah sedang diperiksa, dapat dari mana bahan peledak ini,” sambungnya.

Adapun pemicu ledakan petasan tersebut , Kamran belum bisa memastikan. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Masih diperiksa, apa penyebabnya, nanti kami kabarkan perkembangannya,” tandasnya.

Sementara itu, menurut penuturan Suliani, istri Jainal, petasan-petasan tersebut sedianya bakal dinyalakan menjelang hari raya Idul Fitri. Namun, petasan tersebut meletus sebelum dinyalakan untuk memeriahkan lebaran.

“Buat di masjid itu pak, malam takbiran,” aku Suliani.

Ia juga mengaku tidak mengetahui penyebab ledakan yang menghancurkan ruang tengah hingga dapur rumahnya tersebut. “Gak tahu saya, ayahnya itu,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, terjadi ledakan yang berasal dari rumah Jainal, Minggu (9/5/2021) sekitar pukul 07.30. Ledakan yang merusak 3 rumah ini diduga berasal dari petasan milik Jainal yang disimpan di bagian belakang rumahnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka akibat ledakan ini. Perkembangan selanjutnya masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian. (oel/asd)