Di Probolinggo, Kecelakaan saat Lebaran Meningkat

807

Probolinggo (WartaBromo.com) – Angka kecelakaan lalulintas di wilayah hukum Polres Probolinggo selama Operasi Ketupat Semeru 2021 naik dibanding tahun lalu. Angkanya cukup signifikan, berada di urutan 4 se Jawa Timur, di atas Polrestabes Surabaya.

Berdasarkan data anev (analisa dan evaluasi) Operasi Ketupat Semeru 2021 Polda Jatim, ada 509 kecelakaan lalulintas terjadi selama 6-17 Mei 2021. Kecelakaan melibatkan 801 orang, dengan kerugian material (kermat) diperkirakan mencapai Rp504.300.000. Sebanyak 59 orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia, 33 luka berat, dan 709 luka ringan.

Jumlah itu, naik sebanyak 80 kasus atau 19 persen dibanding tahun lalu. Selama OPS Ketupat Semeru 2020, ada 429 kasus. Untuk korban meninggal dunia turun sebesar 2 persen, dari 61 menjadi 59 orang. Tahun lalu sebanyak 11 orang mengalami luka berat dan 574 orang luka ringan.

Baca Juga :   Demi Susu Anak, Pria asal Paiton Nekat Curi Burung

Laka lantas terbanyak terjadi di wilayah hukum Polresta Sidoarjo. Dengan jumlah kecelakaan mencapai 63 kasus dengan kerugian material sebanyak Rp14.550.000. Dilaporkan ada 3 orang tewas, 2 luka berat, dan 77 luka ringan.

Selanjutnya Polres Tuban dengan 31 kasus. Ada 5 tewas, 8 luka berat, dan 45 luka ringan, dengan kermat sebesar Rp52.000.000. Terbanyak ketiga terjadi di wilayah hukum Polres Jombang dengan 29 kasus. Kermat dilaporkan sekitar Rp21.000.000. Satu orang dinyatakan meninggal, 1 luka berat, dan 36 luka ringan.

Kemudian sebanyak 26 kasus laka lantas terjadi di wilayah hukum Polres Probolinggo dengan kermat Rp13.500.000. Melibatkan 41 orang, 2 di antaranya tewas, dan 39 lainnya alami luka ringan. Secara kuantitas, wilayah Probolinggo terbanyak keempat di Jawa Timur, di atas Polrestabes Surabaya, Polrestabes Banyuwangi, dan Polres Gresik yang masing-masing ada 24 kasus.

Baca Juga :   Menkeu Sri Mulyani Ungkap Tingginya Gizi Buruk dan Kemiskinan di Probolinggo saat Hasan-Tantri Memimpin

Peningkatan kasus itu, diakui oleh Kanit Laka Lantas Polres Probolinggo, IPTU I Nyoman Harayasa. “Ya, ada peningkatan 5 kasus dibanding tahun lalu. Dari 21 menjadi 26 kasus. Didominasi oleh kendaraan roda dua,” ungkapnya ketika dikonfirmasi melalui sambungan seluler pada Rabu, 19 Mei 2021.

Sebagai langkah antisipasi, kata Nyoman, pihaknya terus melakukan sosialisasi keselamatan berkendara. “Juga melakukan patroli berkala, terutama di ruas yang rawan laka lantas. Seperti di jalur selatan Probolinggo menuju Lumajang,” kata perwira asal Bali itu. (saw/ono)