Puluhan Hektar Tambak di Probolinggo Rusak Dilanda Banjir Rob

1584

Kraksaan (WartaBromo) – Banjir rob landa beberapa desa di pesisir laut Kabupaten Probolinggo. Di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, puluhan tambak garam rusak dan sebabkan produksi tertunda.

Berdasarkan data kelompok petani garam Kalibuntu Sejahtera, setidaknya ada 20 hektar tambak dilanda rob pasca gerhana bulan. Ketinggiannya lebih dari semeter, karena di perkampungan tingginya di atas lutut orang dewasa.

“Sampai saat ini masih setinggi lutut orang dewasa tinggi air. Puncaknya biasanya nanti malam bisa lebih tinggi lagi, jika melalui laut, kalau sekarang masih melalui sungai,” kata Suparyono, ketua kelompok tersebut kepada wartabromo.com pada Kamis, 27 Mei 2021.

Banjir rob di desanya, kata Suparyono, sudah menjadi langganan tiap bulan purnama. Namun, tak sampai masuk ke tambak garam maupun tambak udang. Tetapi jika terjadi gerhana bulan, sangat berdampak bagi petambak. Karena air rob lebih besar dan masuk ke areal tambak.

“Kalau sampai banjir rob masuk ke tambak, sudah pasti kita kewalahan. Selain berdampak ke ekonomi petani juga produksinya akan molor. Biasanya kalau cuaca biasa itu bisa 7 sampai 10 hari, tapi kalau kena banjir rob bisa sampai sebulan,” ujar Supar, begitu ia dipanggil.

Liannah (50), warga lainnya, mengatakan banjir rob sudah biasa terjadi. Bahkan warga sudah menganggapnya hal biasa jika air laut itu masuk ke rumah. Apalagi tdak semua rumah warga terdampak.

“Ya, paling yang rumahnya lebih rendah saja, kalau rumah lainnya paling hanya sampai pondasinya saja. Ya seperti biasa, kalau sudah datang banjir kayak gini, bisa jadi mainan anak-anak dan sedikit mengganggu aktivitas saja,” sebut ia.

Banjir rob dengan ketinggian hingga selutut orang dewasa biasa terjadi pada pertengahan dan akhir tahun. Terjadi sebelum dan sesudah purnama bersinar, antara 4 hingga 6 hari.

“Dua atau empat hari ke depan sudah selesai,” tandas Lianah. (cho/saw)

Simak videonya: