11 Sekolah di Kabupaten Pasuruan Tak Bisa Uji Coba Belajar Tatap Muka, Kenapa?

951

 

Pasuruan (WartaBromo.com) – Sebanyak 11 sekolah di Kabupaten Pasuruan tidak bisa menggelar uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Belum tuntasnya vaksinasi bagi guru di sekolah tersebut jadi penyebanya.

11 sekolah itu terdiri dari 10 SD (Sekolah Dasar) dan 1 SMP Negeri. Semuanya tak bisa mengikuti PTM yang sedianya telah dimulai sejak Jumat (28/05/2021) lalu.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Ninuk Ida Suryani melalui Kasi Kurikulum Pendidikan Dasar, Mochammad Syafi’i mengatakan, vaksinasi di sekolah tersebut masih belum tuntas. Guru baru mendapatkan satu kali vaksin.

“Sesuai petunjuk Satgas Penanganan Covid-19 bahwasanya syarat simulasi PTM adalah sudah selesainya vaksinasi guru dan tenaga kependidikan sebanyak dua kali. Kalau satu kali, masih belum diperbolehkan,” kata Syafi’i saat simulasi PTM di SMP Negeri 1 Bangil, Senin (31/05/2021).

Baca Juga :   Hakim Hukum Eks Kabid Dispora Tiga Tahun

Kesebelas sekolah tersebut terdiri dari SMP Negeri 2 Bangil, SDN Manaruwi 1 dan SDN Manaruwi 2, SDN Masangan, SDN Raci 1 dan SDN Raci 2, SDN Gempeng 1 dan SDN Gempeng 2, SDN kalirejo, SDN Kalianyar 1 dan 2, serta SDN tambakan.

10 SD yang tidak bisa belajar tatap muka berada dalam naungan Puskesmas Raci. Vaksinasi masih dijadwalkan pada 2 Juni mendatang.

“Vaksin kedua baru dilakukan tanggal 2 juni besok. Karena antara vaksin satu pertama dengan kedua harus ada jarak 2 minggu atau 14 hari,” terangnya.

Meski tidak semua sekolah bisa melakukan uji coba, namun Dispendik yakin bahwa uji coba berjalan lancar. Semua bisa melaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Baca Juga :   Rapuh, Atap 7 Ruang Kelas SDN Tidu 1 Ambruk

“Insya Allah semuanya siap. Termasuk yang hari ini terpaksa urung menggelar simulasi,” singkatnya.

Syafi’I menyebut, untuk sekolah swasta sampai saat ini vaksinasi masih belum merata. Sebab di Kabupaten Pasuruan sendiri ada 717 lembaga Pendidikan SD negeri maupun swasta. Di tingkat SMP pun totalnya mencapai 158 sekolah.

“Intinya adalah ketersediaan vaksin yang memang belum sepenuhnya datang. Tapi Insya Allah, juni ini dihabiskan semua untuk guru dan tenaga kependidikan se- Kabupaten Pasuruan,” tandasnya. (may/ono)