Wahai Para Perempuan, Stop Bilang “Terserah” Pada Pasangan!

4214

 

Pasuruan (wartabromo.com) – Kata ” terserah” umumnya menjadi senjata pamungkas bagi sebagian perempuan ketika sedang berhadapan dengan masalah. Apalagi, ketika sedang kesal dan malas menjawab pertanyaan pasangan.

“Ingin dimengerti” menjadi salah satu alasan para perempuan saat menjawab pertanyaan dengan kata “terserah”. Apalagi saat menginginkan sesuatu tetapi tak mau mengungkapkan pada pasangan.

Kebiasaan mengucapkan kata “terserah” ini ternyata berdampak tidak baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Mengapa?

Dinukil dari beberapa sumber, berikut ini alasannya:

1. Membuat Diri Semakin Kekanak-Kanakan

Sering menggunakan kata “terserah” saat berselisih paham dengan pasangan? Wah, sebaiknya segera hentikan karena bisa menimbulkan sifat kekanak-kanakan di dalam diri semakin kuat.

Kenapa bisa begitu? Tentu saja, sebab kata “terserah” dilontarkan karena diri sendiri tak mau berpikir lebih jauh. Keadaan ini seolah memaksa orang lain mengambil keputusan sepihak.

2. Merupakan Sifat Menyebalkan

Percayalah, terserah bukan sebuah ciri “manut” dan rendah hati. Apalagi saat menjalin hubungan dengan kekasih, jangan terbiasa menggunakan kata “terserah” sebagai senjata.
Pasalnya, kata “terserah” malah menimbulkan kemalasan bagi orang lain. Lama-kelamaan orang akan malas meminta pendapat dari kita, termasuk pasangan sendiri.

3. Mencerminkan Sikap Tidak Profesional

Menyerahkan keputusan pada orang lain tidak selamanya menjadi pilihan yang baik. Terbiasa menyerahkan hidup pada orang lain membuat kita terlalu nyaman dan malas berinovasi.

Bahkan, jika terus terbawa sampai di dunia kerja, maka akan menimbulkan persepsi buruk. Pasalnya, kata “terserah” mencerminkan sikap yang tidak profesional. (trj/may)