Kejari Pasuruan Diminta Telusuri Aliran Duit Pemotongan BOP Kemenag

722

 

Pasuruan (WartaBromo.com) – Kasus dugaan pemotongan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Kemenag RI terus disorot. Kejari Pasuruan diminta menelusuri ke mana aliran duit pemotongan tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Pusat Studi Advokasi dan Kebijakan, Lujeng Sudarto ketika mendatangi kantor Kejari Pasuruan bersama sejumlah LSM lainnya, Kamis (03/06/2021).

Mereka memberikan data berupa berkas dengan tebal ratusan halaman berisi penerima Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) tahap II, III, dan IV di Kota Pasuruan kepada pihak kejari.

“Yang ada di Kota Pasuruan itu kita stabilo. Sebagian sudah kita investigasi mereka mengaku ada pemotongan,” kata Lujeng.

Selain itu, Lujeng juga mendesak kejari untuk menelisik ke mana aliran duit hasil pemotongan tersebut. Menurutnya, kasus BOP ini sangat masiv dan patut diduga ada aktor intelektual di balik semua.

“Kita mendorong kejaksaan untuk menelisik aliran dana itu ke mana. Ketika sudah diketahui, maka akan diketahui siapa yang jadi aktor intelektual, siapa yang jadi dalang,” imbuh Lujeng.

Sementara itu Kasi Intel Kejari Pasuruan, Wahyu Susanto menanggapi, bahwa proses penyidikan kasus BOP sampai saat ini masih berjalan. Sampai beberapa hari ke depan kejari akan terus mendalami kasus ini.

“Kalau memang ada data dan fakta tambahan, alat bukti yang mendukung, sehingga akan ada pihak lain yang harus bertanggung jawab dalam persoalan ini tentu akan kita tindak lanjuti,” kata Wahyu. (tof/ono)