Dilantik di Pasar Gading, Sekdakot Pasuruan Disambut Hujan Deras

730
BASAH KUYUP: Pelantikan Sekdakot Pasuruan oleh Wali Kota Gus Ipul yang diwarnai hujan deras. Foto: Amal Taufik.

 

Pasuruan (WartaBromo.com) – Ada yang unik dalam pelantikan Sekretaris Daerah Kota Pasuruan. Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memilih pasar sebagai lokasi pelantikan sekretaris daerah yang baru.

Baca: Sah, Gus Ipul Lantik Sekdakot Definitif

Pasar yang dipilih oleh Gus Ipul adalah Pasar Gadingrejo, Kota Pasuruan. Pasar ini merupakan pasar yang ramai ketika malam hari. Acara yang digelar pada Sabtu (12/06/2021) ini pun berjalan di tengah aktivitas warga jual beli di pasar.

Dimulai pada pukul 21.00 WIB di salah satu sudut pasar, prosesi pelantikan berjalan lancar. Lalu selang beberapa saat, hujan deras tiba-tiba mengguyur lokasi.

Karena berada di ruangan terbuka, baik Gus Ipul maupun para pejabat yang diundang dan pejabat yang dilantik basah kuyup. Namun begitu, acara terus berjalan hingga selesai.

Gus Ipul mengatakan, pasar dipilih menjadi lokasi pelantikan bukan tanpa alasan. Ia ingin menyampaikan kepada sekda dan para pejabat lainnya bahwa pasar merupakan salah satu pusat perekonomian masyarakat Kota Pasuruan.

“Saya ingin pasar menjadi salah satu representasi dari program maju ekonominya,” kata Gus Ipul.

Selain itu, pemilihan hari Sabtu sebagai waktu pelantikan, kata Gus Ipul, dimaksudkan agar dalam melayani masyarakat para pejabat tidak terpaku pada jam atau hari kerja.

“Situasi di luar dinamis dan sangat cepat. Saya ingin mengajak menghadirkan dynamic governance, pemerintah yang dinamis, cakap, cepat merespon kebutuhan masyarakat meskipun di luar jam kerja,” imbuh Gus Ipul.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, lelang jabatan Sekretaris Daerah Kota Pasuruan akhirnya tuntas. Gus Ipul menunjuk Rudiyanto, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan, menduduki jabatan sekretaris daerah.

Rudiyanto sendiri sebelumnya sempat menjabat sebagai Penjabat (Pj) Sekda Kota Pasuruan selama tiga bulan sebelum kemudian jabatan tersebut digantikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur, Anom Surahno. (tof/asd)