Bumil Kabur Saat Dijemput Satgas Covid-19

1286

Tongas (WartaBromo) – Seorang ibu hamil (bumil) di Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo kabur saat dijemput petugas Satgas Penanganan Covid-19 setempat pada Rabu, 23 Juni 2021. Pasien positif covid-19 itu, enggan diisolasi dan dirawat secara medis.

Bumil berinisial SM merupakan warga Desa Wringin Anom. “Kita jemput pasien sedang hamil yang terpapar COVID-19. Setelah mediasi, suami pasien sudah setuju, namun orang tua dan keluarganya menolak. Saat kita melakukan mediasi, pasien kabur lewat pintu belakang, dan lokasi banyak semak belukar,” sebut Koordinator Penegakan Hukum Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto.

Ugas menuturkan semula SM memeriksakan kondisi kandungannya di fasilitas kesehatan (faskes) milik pemerintah daerah. Sesuai protap, petugas kesehatan terlebih dahulu mengetes usap (swab) PCR. Hasilnya ternyata SM diketahui positif COVID-19.

Baca Juga :   Identitas Tukang Ojek yang Tewas di Papua Terkuak

Perempuan muda itu, lantas dirawat mulai 19 Juni di ruang isolasi RSUD Tongas. Namun, setelah 3 hari dirawat, pihak keluarga membawa pulang paksa. Saat itu, pihak rumah sakit tidak bisa berbuat banyak karena dibawa beramai-ramai oleh keluarganya.

Tak ingin adanya penyebaran Covid-19 lebih lanjut, petugas gabungan akhirnya berupaya menjemput SM. Tujuan untuk kembali dirawat di rumah sakit. Sebab, dikhawatirkan akan banyak orang di sekitar SM yang tertular Covid-19.

“Takut menularkan dan menyebarkan COVID-19 semakin luas ke kerabatnya dan warga di tempat tinggalnya, petugas terpaksa melakukan jemput paksa. Namun sayang tidak membuahkan hasil. Pasien kabur dan sembunyi,” ungkapnya.

Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo berharap ada kesadaran dari pihak keluarga dan warga. Yakni mengantarkan pasien tersebut ke ruang isolasi dengan sukarela. Perangkat desa setempat juga diharapkan melakukan koordinasi dengan keluarga SM.

Baca Juga :   50 Persen Sampul Surat Suara Tak Layak

“Kita kehilangan jejak. Kita mengimbau warga dan keluarga jangan mendekat dulu. Pasien biar hidup di satu rumah dulu, agar Covid-19 tidak menyebar ke keluarga maupun warga. Dan segera mengantarkan SM untuk diobati,” kata Kepala Bakesbangpol itu. (lai/saw)