Pasien Covid-19 Melonjak, Ruang Inap RSUD Bangil Tak Mencukupi

1345
Salah satu sudut RSUD Bangil. Melonjaknya pasien Covid-19 dalam beberapa hari terakhir membuat fasilitas ruang inap tak lagi mencukupi. Foto: Emil.

Bangil (WartaBromo.com) – Selain HCU dan ICU, Ruang rawat inap untuk pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangil, sudah terisi penuh, bahkan melebihi kapasitas.

Direktur RSUD Bangil, dr Arma Roosalina melalui Kepala IGD (Instalasi Gawat Darurat), dr Ferry Limantara mengatakan, kelebihan kapasitas pada ruangan inap dan ICU pasien Covid-19 disebabkan peningkatan kasus beberapa hari terakhir.

Selain itu, banyak pula fasilitas kesehatan lain yang mengirimkan pasiennya ke RSUD Bangil sebagai rujukan.

“Per hari ini, ketersediaan tempat tidur khusus pasien Covid-19, baik yang rawta inap maupun HCU dan ICU sudah penuh, bahkan ada yang inden,” kata dr Ferry, saat ditemui di RSUD Bangil, Rabu (23/06/2021).

Di RSUD Bangil, total ada 92 tempat tidur khusus pasien Covid-19. Dari jumlah tersebut, seluruhnya sudah penuh oleh pasien Covid-19.

Rinciannya, 12 ruangan ICU dan 8 ruangan HCU plus tambahan 12 ruang isolasi IGD, serta 60 tempat tidur bagi pasien dengan gejala ringan sampai sedang.

Bahkan, untuk hari ini, ada 6 pasien yang memerlukan perawatan di HCU dan 6 pasien yang memerlukan perawatan inap. Kata dr Ferry, untuk sementara kedua belas pasien tersebut ditempatkan di ruang tambahan isolasi IGD yang sudah dimodifikasi, sembari menunggu ketersediaan tempat tidur yang baru.

“Ini bervariasi, ada yang berat 6 pasien memerlukan HCU dan 6 pasien covid-19 dengan gejala ringan sampai sedang membutuhkan ruang isolasi biasa. Semuanya kita tempatkan di ruang isolasi tambahan di IGD sambil menunggu ada kamar yang masih penuh,” terangnya.

Hanya saja, meski penuh pasien Covid-19, RSUD Bangil tidak akan menolak apabila ada pasien Covid-19 yang memerlukan bantuan kesehatan. Dijelaskan dr Ferry, para dokter dan perawat siap untuk membantu para pasien Covid-19 secara maksimal.

“Kita tidak akan menolak apabila ada pasien Covid-19 meski penuh. Kita akan modifikasi beberapa ruangan yang diperlukan. Karena ini adalah bagian dari pelayanan yang harus kami prioritaskan,” ucapnya.

Sementara itu, dengan meningkatnya jumlah pasien Covid-19 di RSUD Bangil, secara otomatis berdampak pada naiknya penggunaan oksigen bagi para pasien yang membutuhkannya.

Menurut dr Ferry, penyediaan oksigen di RSUD Bangil dilakukan dalam bentuk Liquid, sehingga kapasitasnya sangat banyak dan masih mencukupi untuk kebutuhan para pasien.

“Penyediaan oksigen di kita dalam bentuk liquid dengan kapasitas banyak sehingga sangat cukup untuk para pasien Covid-19,” tutupnya.

Di sisi lain, ketersediaan tempat tidur di RSUD Grati masih 55%. Sampai dengan hari ini, dari total 7 tempat tidur di HCU ICU, telah terisi 4 pasien. Sedangkan 33 tempat tidur di ruang rawat inap, sekarang sudah terisi 17 atau masih ada 16 tempat tidur bagi pasien Covid-19. (mil/asd)