Mau Gelar Pembelajaran Tatap Muka, Simak Syaratnya

542
Hari pertama pembelajaran tatap muka di SDN Pekuncen Kota Pasuruan. Foto: A. Romadoni.

 

Surabaya (WartaBromo.com) – SMA/SMK dan Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK) yang berada di naungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bakal menggelar sekolah tahun ajaran baru 2021/2022 secara tatap muka.

Keputusan ini muncul setelah rapat koordinasi yang digelar oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) negeri dan swasta, serta PGRI Jatim, di Gedung Negara Grahadi, Rabu (23/6/2021).

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi mengungkapkan, sekolah tatap muka akan tetap digelar secara terbatas. Dengan mempertimbangkan status zonasi wilayah penyebaran Covid-19 berbasis kecamatan.

“Pelaksanaan PTM secara terbatas ini dimaksudkan dengan tetap penerapan protokol kesehatan secara ketat,” ujar Wahid di Gedung Negara Grahadi, Rabu (23/6/2021), seperti dilansir dari Detik.com.

Dijelaskan Wahid, kecamatan dengan status zona kuning dan zona hijau diperbolehkan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. Sedangkan untuk kecamatan dengan zona merah dan oranye, pembelajaran tetap dilaksanakan secara jarak jauh atau daring.

“Untuk zona kuning COVID-19, kegiatan sekolah tatap muka boleh dilakukan hanya 25 persen dari kapasitas ruang kelas.Sedangkan zona hijau, 50 persen dari kapasitas kelas,” imbuhnya.

Masih dilansir dari Detik.com, Wahid membeberkan syarat pelaksanaan PTM, di antaranya pelaksanaanya maksimal dua jam dalam sehari. Secara rinci, satu jam pelajaran durasinya hanya 30 menit.

Dalam satu hari, hanya diperbolehkan empat mata pelajaran. Dalam sepekan, para siswa hanya diperbolehkan mengikuti PTM maksimal dua kali.

“Kegiatan PTM yang dilaksanakan juga harus memiliki rekomendasi Ketua Gugus Tugas COVID-19 yaitu kabupaten/kota dalam hal ini Bupati Wali Kota, dan siswa yang mengikuti PTM juga harus mendapat persetujuan dari orang tua,” jelasnya.

Lantas Wahid menambahkan, guna mempersiapkan PTM, dalam sepekan ini pihaknya akan berkoordinasi dengan seluruh sekolah di Jatim. Pihaknya juga akan mengakomodasi pendapat orang tua siswa terhadap pelaksanaan PTM.

Adapun soal vaksinasi guru dan tenaga kependidikan, Wahid menyebut Gubernur Khofifah sudah melakukan koordinasi dengan bupati/wali kota se-Jatim beserta kepala dinas pendidikan dan kepala dinas kesehatan se-Jatim.

Dalam arahan Gubernur, seluruh guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan sudah harus divaksin dua kali pada Juni 2021 ini. Sehingga, pada saat sekolah tatap muka Juli mendatang, semua perangkat sudah divaksin. (oel/asd)