Menara Pandang P30 Senilai Rp675 juta Bakal Dibangun

441

Sumber (WartaBromo) – Pandemi Covid-19 memberi peluang bagi Pemkab Probolinggo untuk melengkapi infrastruktur di sejumlah obyek wisata. Salah satunya dengan membangun menara pandang di Pundak Lembu atau P30 di Desa Wonokerso, Kecamatan Sumber senilai Rp 675 juta.

Pembiayaan pembangunan menara pandang tersebut berasal dari dana alokasi khusus (DAK). Direncanakan menggunakan material kayu dan beton. Prosentasenya 60 persen dari kayu dan 40 persen merupakan beton.

Semula menara pandang itu, diperkirakan menelan biaya Rp 1,8 miliar. Berada di puncak, membuat bangunan mudah diterpa angin kuat. Karenanya, bangunannya tidak terlalu tinggi, hanya 2 meter saja. Kenyamanan pengunjung akan berkurang jika terlalu tinggi, akibat hembusan angin.

“Konstruksinya telah diperhitungkan. Baik masa penggunaan dan tingkat keamanannya. Keamanan dan kenyamanan pengunjung tetap menjadi prioritas” sebut Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto pada Rabu, 21 Juli 2021.

Pengunjung bakal disuguhi pemandangan Gunung Bromo dari sisi berbeda. “Menara yang nantinya akan dibangun ini untuk memanjakan pengunjung menikmati pemandangan gugusan gunung. Dan, awal tahun 2020 sudah bisa difungsikan. Utamanya dapat menggaet wisatawan agar lebih meningkat,” ucapnya.

P30 berada di ketinggian 2.635 mdpl (meter di atas permukaan laut), lebih tinggi 306 meter dari Gunung Bromo dengan ketinggian 2.329 mdpl. Kepulan asap Gunung Bromo berlanskap lautan pasirnya dapat dinikmati dengan leluasa. Hamparan keindahan Bromo terlihat sungguh menakjubkan.

Ketika berada di P30, pengunjung seakan-akan berada di atas awan. Jika menoleh ke selatan, keagungan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang menjulang dengan gagahnya. Di utara, hijaunya kontur alam di lereng Tengger menyejukkan mata.

Tak berlebihan jika tempat wisata ini disebut sebagai Negeri di Atas Awan. “Kami menyebutnya Nepal Van Probolinggo” kata Sudir Supriyadi, pegiat wisata setempat.
Kawasan P30 dipoles oleh Pemkab Probolinggo sejak awal 2019. Pembangunan yang memakan dana sebesar Rp4,7 miliar rampung pada akhir tahun. Sebagai salah satu alternatif menikmati keindahan Bromo dari sisi berbeda. (lai/saw)