Tak Lekas Punya Momongan dan Ingin Coba Bayi Tabung? Begini Prosesnya

614

 

Pasuruan (wartabromo.com) – Bagi pasangan suami istri yang sudah lama menikah tetapi belum memiliki momongan, pasti merasa resah, bukan? Berbagai cara dan upaya pasti dilakukan demi mendapatkan keturunan.

Adapun upaya dan usaha tersebut seperti terapi herbal hingga terapi medis. Namun ternyata, apabila salah satu pasangan tingkat kesuburannya rendah, tentu sangat kecil kemungkinan bisa memiliki momongan.

Tapi, seiring berkembangnya teknologi dan majunya keilmuan sains, ada upaya yang bisa dilakukan untuk membantu para pasangan yang memiliki masalah kesuburan agar tetap bisa memiliki momongan. Adalah metode bayi tabung.

Bayi tabung atau in fitro vertilization (IVF) memang tampak sebagai jalan pintas untuk bisa memiliki anak. Tetapi, tak banyak yang tahu bahwa sebenarnya proses bayi tabung cukup panjang dan perlu persiapan yang matang.

Lantas, seperti apakah prosedurnya? Yuk, simak!

Dinukil dari alodokter.com, prosedur bayi tabung terdiri dari 5 tahap, yaitu induksi ovulasi, pengambilan telur, pengambilan sperma, pembuahan, dan transfer embrio. Berikut adalah penjelasannya:

1. Induksi Ovulasi

Induksi ovulasi adalah pemberian hormon sintetis dan obat-obatan, seperti:

– Follicle-stimulating hormone (FSH), luteinizing hormone (LH), atau kombinasi keduanya untuk merangsang ovarium (indung telur).

– Human chorionic gonadotropin (hCG), umumnya diberikan 8–14 hari setelah suntikan perangsang ovarium, untuk membantu proses pematangan sel telur jika sel telur sudah siap untuk diambil.

– Obat penekan ovulasi prematur, dan Suplemen hormon progesterone yang diberikan pada hari pengambilan sel telur.

Induksi ovulasi umumnya memerlukan waktu 1–2 minggu sebelum sel telur dapat diambil. Selama proses ini, pasien juga akan menjalani USG transvaginal untuk memastikan sel telur tumbuh, serta tes darah guna memastikan hormon estrogen dan progesteron dalam kadar yang tepat.

2. Proses Pengambilan Telur

Proses pengambilan telur dilakukan 34–36 jam setelah suntikan hormon terakhir dan sebelum ovulasi. Sebelum prosedur ini dilakukan, pasien akan diberikan suntik obat penenang dan antinyeri untuk mengurangi rasa sakit yang muncul selama proses pengambilan telur berlangsung.

3. Pengambilan Sperma

Untuk mengambil sampel sperma, dokter akan meminta pasien pria melakukan masturbasi. Cara lain yang dapat dilakukan adalah mengambil sampel sperma langsung dari testis dengan menggunakan jarum.

4. Pembuahan

Ada 2 proses yang ditempuh pada tahap pembuahan ini, yaitu Inseminasi dan Intracytoplasmic sperm injection (ICSI).

Proses Inseminasi dilakukan dengan mencampur sperma dan sel telur yang sehat dalam waktu semalaman hingga menjadi embrio. Lalu, ICSI dilakukan dengan menyuntikkan satu sperma sehat ke masing-masing sel ICSI umumnya dilakukan ketika kualitas sperma buruk atau proses pembuahan dengan cara inseminasi gagal dilakukan.

5. Transfer Embrio

Tahap terakhir ini dilakukan 3–5 hari setelah proses pengambilan telur, di mana embrio sudah mulai berkembang. Akan tetapi, sebelum embrio dipindahkan ke dalam rahim, dokter akan menjalankan tes untuk memeriksa apakah terdapat kelainan kromosom atau penyakit menular tertentu.

Nah, dari sekian panjang proses dan prosedur yang dilakukan, apakah metode bayi tabung pernah dilakukan dan berhasil? Tentu saja! Adapun saat itu dilakukan pertama kali oleh pasangan Lesley dan John, asal Inggris.

Bayi tabung pertama mereka untuk pertama kalinya lahir ke dunia pada 25 Juli 1978. Bayi kecil yang diberi nama Louise Brown tumbuh sehat dan sempurna dan kini berusia 43 tahun.

“Bayi tabung bersejarah Inggris, 2,5 kg Louise Brown, membuat seluruh dunia menjadi gempar,” tulis sebuah cerita fitur di majalah People edisi 14 Agustus 1978. (trj/may)