Kisruh, KONI Jatim Cabut SK Pergantian Kepengurusan KONI Kota Pasuruan yang Baru

690
Ilustrasi Musyawarah Olahraga KONI Kota Pasuruan.

 

Pasuruan (WartaBromo.com) – Polemik kepengurusan KONI Kota Pasuruan akhirnya disikapi oleh KONI Provinsi Jawa Timur. KONI Jawa Timur (Jatim) mengeluarkan SK baru yang mana mencabut SK kepengurusan baru sebelumnya.

Polemik ini bermula setelah terpilihnya Gangsar Sulistyarso sebagai Ketua KONI Kota Pasuruan menggantikan Ketua KONI sebelumnya, Herman Suyanto, yang meninggal dunia.

Usai terpilih Gangsar kemudian merombak kepengurusan sebelumnya. Menurut Gangsar, sebagai ketua umum terpilih dan berdasar Anggaran Dasar KONI pasal 19, ia sah melakukan hal tersebut.

Hal inilah yang kemudian menjadi polemik di internal KONI Kota Pasuruan. Untuk merombak kepengurusan, Gangsar disebut harus lebih dulu melalui rapat pleno pengurus.

Sekretaris Umum KONI Jawa Timur, Suwanto membenarkan bahwa untuk merombak kepengurusan memang harus melalui rapat pleno pengurus. Hasil rapat pleno tersebut kemudian seharusnya dilaporkan lewat berita acara dan disetujui penggantian pengurus.

Suwanto menjelaskan, KONI Jatim juga sebelumnya menerima pengajuan susunan pergantian antar waktu pengurus KONI Kota Pasuruan dibentuk Gangsar dan setelah itu, KONI Jatim menerbitkan SK sesuai pengajuan tersebut.

“Pengajuan itu diprotes oleh pengurus lama karena disebut tidak melalui rapat pleno. Lha kalau kami, KONI Jatim, waktu itu percaya sama ketua yang baru. Dia bilang rapat pleno, ya sudah kita buatkan SK,” kata Suwanto.

KONI Jatim pun akhirnya melakukan klarifikasi kepada semua pihak. Hasil dari klarifikasi, kata Suwanto, ternyata pengajuan pergantian pengurus yang baru tersebut tidak dilakukan melalui rapat pleno.

Untuk itu, KONI Jatim pun menerbitkan SK kembali yang mana SK tersebut mencabut SK pergantian pengurus antar waktu sebelumnya. SK yang baru diterbitkan itu menetapkan Ketua KONI Kota Pasuruan Gangsar Sulistyarso, sementara susunan kepengurusannya yakni tetap kepengurusan yang lama.

Suwanto berharap dengan demikian polemik kepengurusan KONI Kota Pasuruan selesai. KONI Kota Pasuruan, lanjut Suwanto, sebaiknya segera fokus untuk membina atlet untuk persiapan Porprov Jatim 2022.

“Kita harapkan masalah kepengurusan KONI Kota Pasuruan selesai. Kedua agar kepengurusan yang sudah ditetapkan fokus untuk pembinaan atlet mempersiapkan Porprov 2022,” imbuh Suwanto. (tof/ono)