Pagebluk di Desa : Hampir Tiap Hari Dengar Innalillahi

3132

Purwosari (wartabromo.com) – TOA masjid dan Mushollah bersahutan memecah suasana hening kampung tanpa mengenal waktu. Kalimat Innalilahi sebagai tanda ucapan duka berulang kali “centang – centung” memenuhi aplikasi WhatsApp Grup, nyaris hampir tiap hari.

Gambaran orang hilir mudik tiap malam untuk pergi yasinan dan tahlil di sejumlah Dusun di Desa Tejowangi Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan masih terlihat sejak awal Juli 2021.

Kepala Desa Tejowangi, Muhammad Yasin mengatakan, selama Juli sudah ada sekitar 24 orang warganya yang meninggal dunia.

“Datanya ada di Pak Modin ( Imaduddin). Total sekitar segitu (24 Orang). 2 orang warga kita meninggal dunia tidak berada di desa ini, ” ujar Yasin pada wartabromo.com.

Menurutnya, kebanyakan rata – rata yang meninggal dunia sudah berusia di atas 50 tahun serta menderita sakit cukup lama.

“Rata – rata sudah sakit – sakitan dan meninggal di rumahnya bukan di rumah sakit, ” terangnya.

Data yang di dapatkan wartabromo.com, dari 5 dusun di Desa setempat, 24 orang yang meninggal dunia terbanyak di Dusun Kemirahan yang mencapai 10 orang.

“Terkadang sehari yang meninggal 2 orang sekaligus, ” tambahnya.

Kesulitan Berobat dan Tenaga Medis yang Kurang

Meski rata – rata warga yang meninggal dunia diketahui akibat penyakit bawaan yang di deritanya. Yasin juga mengaku jika warganya banyak yang takut atau kesulitan saat hendak berobat ke rumah sakit. Mulai dari IGD yang penuh dan perawatan di rumah yang susah.

“Ya gimana lagi, mau ke rumah sakit ya banyak yang penuh. Mau dirawat di rumah, tenaga medisnya di desa kurang. Bidan di sini ya cuma satu orang, ” ungkapnya.

Kondisi ini pun tak didukung dengan keberadaan relawan Satgas Desa yang dibentuk karena tak punya kemampuan untuk membantu secara medis.

Terkait keberadaan Pasien Covid19 yang menjalani Isolasi mandiri (Isoman), Yasin menerangkan jika kebanyakan rata – rata para pekerja pabrik di sekitar desanya.

“Kebanyakan pekerja pabrik, ” terangnya.

Sementara itu berdasarkan data yang didapatkan wartabromo.com, pasien covid19 yang meninggal dengan protokol kesehatan dan sempat di rawat di rumah sakit, jumlahnya tak banyak.

“Ya, mereka (yang sakit,red) takut ke rumah sakit, ” ujar Yasin.

Usir Pagebluk dengan Bancakan dan Keliling Kampung

Suatu petang, warga dan anak – anak di Dusun Kemirahan Desa setempat berkumpul di pos ronda menyalahkan obor dan mulai berkeliling ke perkampungan. Mereka membaca sholawat bersama – sama.

“Ini kita ikhtiar ya. Mugo – Mugo Dusun Kemirahan, warga Tejowangi kabeh diparingi slamet dunyo lan akhirat, ” ujar Darsi, salah seorang warga yang terekam melalui video amatir.

Tak hanya warga Kemirahan, sejumlah Dusun lainnya juga mulai menggelar ritual bancakan, seperti di RT 08 RW 07 Dusun Juri, warga membuat ancak lalu berdoa bersama. Di RT 04 RW 07, warga menggelar keduri apem dan kupat yang disajikan berdasarkan jumlah keluarga masing – masing.(yog/yog)

Simak Video