Ini Alasan Warga Gununggangsir Blokade Jalan

1035

 

Beji (WartaBromo.com) – Warga Gununggangsir ramai-ramai memblokade jalan alternatif Gempol-Beji via Gununggangsir, Jumat (6/8/2021) siang. Mereka keberatan karena jalan tersebut dilintasi kendaraan besar yang jalur utamanya disekat akibat PPKM.

Selama penerapan PPKM di Kabupaten Pasuruan, penyekatan dilakukan di jalur bundaran Gempol yang mengarah masuk ke arah Pasuruan. Sehingga, kendaraan roda 4 ke atas mencari jalur alternatif melalui jalan Gempol-Beji melalui Gununggangsir.

Eko Prasetyo, Ketua RT 1 RW aksi mengatakan, kendaraan besar yang melintas di jalur alternatif tersebut menimbulkan kemacetan panjang lebih dari 1 km di simpang 4 Gununggangsir. Utamanya tiap sore hari.

Oleh sebab itu, mereka melayangkan protes dengan memblokade akses jalan. Sejak pukul 13.00 WIB, mereka memblokade jalan dengan bangku dan bambu yang dipasang melintang di tengah jalan.

“Biar kita sama-sama merasakan imbasnya penyekatan, jangan dilewatkan ke dusun-dusun. Buat apa penyekatan di Gempol, kalau dijalurkan ke dusun. Satu, imbasnya macet setiap sore di simpang 4 Gununggangsir,” ucap Prasetyo koordinator aksi, Jumat (6/8/2021) sekitar pukul 14.00 WIB.

Selain menimbulkan kemacetan panjang, tambah Prasetyo, beberapa waktu lalu hampir terjadi kecelakaan akibat macet. Oleh karena itu, warga menuntut agar ruas jalan bundaran Gempol dibuka dan jalur alternatif via Gununggangsir ditutup untuk kendaraan roda empat ke atas. Supaya tidak terjadi penumpukan kendaraan.

“Sudah selesai (blokade jalan, red), kami buka lagi karena tuntutan warga sudah dipenuhi. Tapi kalau masih lewat sini, akan kami tutup lagi,” ujarnya.

Aksi warga blokade jalan tersebut bubar setelah pihak kepolisian dari Polsek Beji bermediasi dengan warga. Dari hasil mediasi, pihak kepolisian mengakomodir keinginan warga.

“Tuntutan warga sudah kami akomodir. Dan jalan alternatif sudah tidak ditutup warga,” jelas Kapolsek Beji Kompol Akhmad.

Akhmad pun mengakui bahwa terjadi kemacetan di simpang 4 Gununggangsir akibat kendaraan truk yang melintas jalur alternatif. Dikatakan Akhmad, karena kemacetan itulah, warga lantas memblokade jalan.

Sebelum memblokade jalan, kata Akhmad, warga rapat untuk menyikapi kemacetan tersebut. Setelah itu, warga unjuk rasa di simpang 3 Jalan Talun, Gununggangsir.

“Setelah mengetahui maksud warga. Saya koordinasi agar jalan arteri Gempol dibuka. Dan jalan yang mengarah ke jalan alternatif ditutup sementara untuk kendaraan long vehicle. Agar kendaraan besar penyebab kemacetan tidak melintas di jalur alternatif. Setelah itu, unjuk rasa selesai dengan tertib dan kondusif,” tandasnya. (oel/asd)