Waspada! Ini Gangguan Pada Ari-Ari Bayi dalam Persalinan

997

Pasuruan (wartabromo.com) – Berbagai masalah saat proses persalinan sangat perlu diwaspadai. Salah satunya adalah sulit keluarnya ari-ari bayi.

Jika tidak ditangani dengan tepat, kejadian ini bisa mengancam nyawa ibu. Pasalnya, plasenta memiliki fungsi menyalurkan oksigen dan nutrisi pada janin, juga membuang zat sisa dari darah bayi.

Penting diketahui, normalnya, ari-ari bayi akan menempel pada dinding dalam rahim, yaitu di bagian atas atau samping rahim. Plasenta terhubung ke bayi melalui tali pusar atau umbilical cord.

Dilansir dari alodokter.com, tak jarang beberapa ibu hamil mengalami gangguan pada ari-arinya dalam persalinan. Apa saja gangguan itu?

Yuk, simak!

1. Retensio Plasenta

Kesulitan mengeluarkan ari-ari bayi setelah melahirkan dalam batas waktu tertentu, disebut juga retensio plasenta atau retained placenta. Ari-ari bayi seharusnya keluar dari rahim tidak lebih dari 30 menit setelah bayi lahir.

Baca Juga :   Banjir Sekarputih, Ular 4 Meter Ditemukan di Rumah Warga hingga Pusat Perbelanjaan hingga Rumah Makan Dibatasi Sampai Jam 8 Malam | Koran Online 12 Jan

Ari-ari bayi yang sulit keluar dari rahim bisa sebagian atau keseluruhan. Retensio plasenta dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

– Placenta adherens

Jenis retensio plasenta yang paling sering terjadi. Ari-ari bayi tetap menempel di dinding rahim karena kontraksi yang terjadi tidak cukup kuat untuk membuat plasenta lepas.

– Trapped placenta

Ari-ari bayi terlepas dari dinding rahim tapi tidak bisa keluar karena serviks menutup lebih dulu.

– Placenta accrete

Ari-ari bayi tidak menempel di dinding rahim, melainkan di otot rahim. Retensio plasenta jenis ini bisa menyebabkan perdarahan parah dan mempersulit persalinan.

2. Plasenta Previa

Kondisi ini terjadi ketika sebagian atau keseluruhan ari-ari bayi menutupi serviks. Plasenta previa dapat menyebabkan perdarahan yang parah selama kehamilan atau persalinan.

Baca Juga :   Pengusaha Berharap Kabupaten Probolinggo Segera Level 2

3. Abruptio Plasenta

Sebagian atau keseluruhan plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum melahirkan. Akibatnya, bayi di dalam kandungan kehilangan oksigen dan nutrisi, sedangkan ibu hamil dapat mengalami perdarahan berat atau persalinan dini. (trj/may)