Sakral! Ini Tradisi Malam 1 Suro Bagi Masyarakat Jawa

2218

 

Pasuruan (wartabromo.com) – Bulan Muharram, oleh masyarakat Jawa dikenal sebagai bulan Suro. 1 Suro akan jatuh pada hari Selasa (10/08/2021).

Memang, sebagian besar masyarakat Jawa masih mempercayai bahwa malam satu Suro merupakan malam yang sakral. Pasalnya, malam tersebut dianggap mistis dan keramat. Tak heran jika banyak hal yang dilakukan pada bulam Muharram sebagai tradisi malam 1 Suro.

Lantas, apa saja tradisi di malam satu Suro yang dilakukan masyarakat Jawa? Dilansir dari kompas.com, berikut diataranya:

1. Pawai Obor

Pawai obor biasa diikuti berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa dan sesepuh di tempat tradisi itu digelar. Seperti namanya, pawai obor digelar dengan membawa obor dan berjalan mengelilingi lingkungan tempat tinggal.

Pawai biasa dimulai selepas salat Isya, orang-orang yang mengikuti pawai akan berkumpul di lapangan. Keriuhan rombongan pawai ini akan menarik perhatian warga yang menonton di pinggir jalan.

Namun pawai ini sudah mulai ditiadakan sejak pandemi Covid-19.

2. Kirab Suro

Bagi masyarakat Jawa Tengah, tradisi yang dilakukan setiap satu Suro adalah menggelar Kirab Suro. Tradisi ini biasanya digelar di Keraton Kasunanan Surakarta.

Pada saat kirab, kerbau bule dan benda pusaka milik Keraton dikeluarkan. Prosesi kirab biasa dimulai menjelang tengah malam, yakni pada pukul 23.00 WIB.

3. Tapa Bisu

Tapa bisu adalah tradisi yang dilakukan oleh abdi dalem Keraton Yogyakarta yang digelar setiap malam 1 Suro, sesuai penanggalan kalender Jawa. Tapa bisu dilakukan dengan berjalan kaki mengelilingi benteng Keraton Yogyakarta di malam 1 Suro tanpa berbicara.

Dulunya, ritual ini dilakukan oleh para prajurit Keraton. Tidak sekadar tradisi, tapi kegiatan tersebut juga dalam rangka mengamankan lingkungan Keraton karena saat itu belum ada benteng yang mengitari lingkungan Keraton. (trj/may)