Pengadaan Dua Unit Mobil Satpol PP Ditender Ulang

1101
Ilustrasi aset Pemkab Pasuruan.

 

Bangil (WartaBromo.com) – Sempat rencanakan belanja Toyota Innova dan Rush, lelang belanja mobil untuk Satpol PP Kabupaten Pasuruan berlanjut dengan rencana pembelian 2 mobil Toyota Rush.

Sebelumnya, Satpol PP setempat mengadakan tender 2 mobil dengan jenis Toyota Innova Reborn tipe rendah dan Toyota Rush tipe tinggi. Kedua mobil tersebut, sedianya digunakan sebagai kendaraan sosialisasi cukai.

Dilansir dari laman lpse.pasuruankab.go.id, disebutkan pengadaan mobil untuk Satpol PP Kabupaten Pasuruan bernilai HPS Rp 517 juta dan nilai pagu paket senilai Rp 690 juta. Dengan nama paket belanja modal kendaraan dinas bermotor perorangan.

Kepala Satpol PP Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana mengatakan, tender ulang tersebut disebabkan oleh stok Innova sedang kosong di Jawa. Sehingga, dilakukan tender ulang dengan kualifikasi mobil Toyota Rush.

Baca Juga :   Koran Online 25 Juli : Info Lengkap Pilkades di Pasuruan hingga Bripka Bertugas di Polres Pasuruan Kota Kena Kurung Gara-gara Nikah Sirri

“Sehingga beli Toyota Rush semua, seharga sekitar Rp 260an juta per unit,” kata Bakti, Jumat (20/8/2021).

Saat ini, proses pengadaan mobil tersebut sudah selesai lelang. “Prosesnya masih di BLP, layanan pengadaan,” tambahnya.

Terkait jenis mobil yang dibeli, Bakti menjelaskan, bahwa pihaknya membutuhkan mobil jenis dobel kabin dan satu kabin. Lantaran, anggaran ini berasal dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) yang peruntukannya untuk sosialisasi cukai.

Bakti menguraikan, sebelumnya pihaknya telah mengajukan pengadaan mobil satu kabin dan dobel kabin untuk sosialisasi cukai. Namun, pengajuan tersebut tidak disetujui. “Dicoret Bappenda Jatim, yang disetujui Rush,” jelasnya.

Harga satuan Toyota Rush tipe tinggi disebut senilai Rp 260 juta per unit. Total kebutuhan pengadaan 2 mobil tersebut berjumlah Rp 520 juta.

Baca Juga :   Lagi, Satpol PP Segel Proyek Perumahan Tak Berizin

Dari anggaran yang disediakan sebesar Rp 690 juta, sisa anggarannya ke mana? Bakti menegaskan bahwa sisa anggaran tersebut akan kembali ke kas daerah. “Sisanya akan masuk jadi SILPA,” pungkasnya. (oel/asd)