Pemilik e-Warung di Desa Sawaran Kulon Diduga “Nakal”, Warga Lapor Bupati

1164

 

Kedungjajang (WartaBromo.com) – Ketidaktahuan warga terkait pencairan bantuan PKH dan BPNT dimanfaatkan oleh oknum pemilik e-Warung. Warga Desa Sawaran Kulon, Kecamatan Kedungjajang mengaku tak mendapatkan jumlah pencairan bantuan PKH yang sesuai.

Menurut pengakuan salah satu warga penerima manfaat PKH di Desa Sawaran Kulon, Wiwik Susianti, Ia tidak pernah mendapatkan struk pencairan bantuan PKH saat bertransaksi di e-Warung milik Artika. Terkadang saat pencairan, Ia tidak mendapatkan jumlah yang sesuai dengan yang diterima seharusnya.

Kecurigaan ini bertambah, saat ia mendapat kabar kalau sudah ada pencairan bantuan. Namun saat dilakukan pengecekan di e-Warung Artika, dikatakan tidak ada saldo.

Akhirnya Wiwik pun mencoba untuk bertransaksi di e-Warung di desa tetangga yaitu Desa Sawaran Lor.

“Gara-gara saya ngambil beras ke sawaran lor, katanya Artika kosong dan keblokir, ternyata saldonya sudah diambil Artika. Pinnya Artika yang tau, struknya ga dikasih sama artika,” ungkapnya saat dimintai keterangan, Rabu (25/8).

Dikatakan Wiwik, biasanya saat akan bertransaksi di e-Warung Artika dirinya tidak pernah mengetikkan PIN, karena PIN ATM sudah diketahui Artika.

Hal serupa juga dirasakan penerima manfaat PKH yang lain, yaitu Romlah. Ia mengaku pernah mendapatkan informasi kalau sudah ada pencairan. Tapi setelah dicek di e-Warung Artika, saldo ATMnya hanya Rp25 ribu.

“Katanya ada cairan, tapi setelah digesek kosong, struknya gak ada, malah dibilangi (Artika, red) ada Rp25 ribu terus disuruh belanja barang aja,” katanya.

Dari hitungan laporan keuangan yang tercantum dalam rekening koran diketahui dirinya mengalami kerugian hingga Rp7,24 juta.

Mengetahui adanya kondisi seperti itu, Nira Fitri Aviana, Kabid Penanganan dan Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Lumajang langsung melakukan koordinasi dengan pihak Bank untuk meminta mencetakkan rekening koran.

“Kita bersurat ke bank untuk mencetakan rekening koran, karena adanya aduan masyarakat,” ujarnya.

Saat ini, Dinas Sosial Kabupaten Lumajang masih terus memantau laporan masyarakat yang lain dengan menyiagakan petugas di Desa Sawaran Lor. (rul/may)