Meski PPKM Level 4, Kota Probolinggo Bakal Uji Coba PTM

522

Probolinggo (WartaBromo) – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo, tak sejalan dengan kebijakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Tetap akan menggelar uji coba pembelajaran tatap muka (PTM), meski di level 4 PPKM Darurat.

Kepala Disdikbud setempat, Moch. Maskur menyebut ada beda kewenang dalam pembinaan lembaga pendidikan. Dimana Disdik Jatim menangani SMA dan SMK, yang lokasi ada di daerah. Sementara pihaknya menangani jenjang pendidikan level dibawahnya, yakni PAUD, TK, SD dan SMP.

Sehingga larangan untuk menggelar uji coba PTM bagi daerah level 4, tidak mengikat dinas di daerah. Pihaknya akan berpatokan pada kebijakan Wali Kota Hadi Zainal Abidin, selaku Ketua Satgas Covid-19 Kota Probolinggo.

“Disdik Jatim itu kan se Jawa Timur, yang ditangani SMA dan SMK. Meski sana menunjukkan level 4, level 3, level 2, tapi kan muaranya tetap pada satgas daerah. Kalau kebijakannya boleh, ya boleh, kan begitu,” ujar kepada wartabromo.com melalui sambungan selulernya.

Naiknya status ke level 4 PPKM Darurat, membuat pelaksanaan PTM belum dipastikan tanggalnya. Maskur menyebut pihaknya sudah mengirim nota dinas ke Ketua Satgas Covid-19 Kota Probolinggo. Usai menggelar rapat dengan Satgas Covid-19 membahas PTM. Ketika Kota Probolinggo masih dalam PPKM level 3.

Dasarnya yakni Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri; yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Nomor 03/KB/202l, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

“Kami naikkan nota dinas kepada beliaunya untuk minta ijin. Setelah beliaunya mempelajari dan mengkaji, oleh beliaunya diijinkan. Jadi di tempat kami akan tetap laksanakan uji coba, ya tetap dilaksanakan,” kata Maskur.

Ia mengatakan pelaksanaan uji coba PTM di Bumi Banger pada dasarnya sudah siap. Maskur menyebut, lembaga pendidikan mulai dari Paud, TK, SD, dan SMP negeri maupun swasta sudah menyiapkan sarana prasarana penunjang protokol kesehatan.

“Untuk wilayah kami, uji coba akan tetap dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat. Semua sarana prasarana sudah dicukupi. Kalau aman, lancar dan tidak ada masalah ya tetap jalan, kalau ada masalah langsung kita stop,” tegas Maskur. (saw/)