Wow! 38 Persen Warganet Mengaku Pernah “Menyuap”; Urus KTP hingga Remisi Tahanan

1262
Ilustrasi suap
Ilustrasi suap. Freepik.

Pasuruan (wartabromo.com) – Sebanyak 98 warganet mengaku pernah punya pengalaman praktik “suap” atau menyuap. Praktik ini dilakukan dalam kegiatan pengurusan dokumen.

Pada 8 September 2021, WartaBromo melakukan polling melalui sosial media Instagram. Polling tersebut berisikan pertanyaan “pernahkan bolo warmo/warganet melakukan praktik “suap” atau menyuap?”

Hasil dari polling ini cukup mengejutkan. Sebab sebanyak 38 persen atau 98 warganet mengaku pernah melakukan praktik suap. Sementara 62 persen atau 160 warganet lainnya mengaku tidak pernah.

Hasil polling instagram WartaBromo pada 8 September 2021.
Hasil polling instagram WartaBromo pada 8 September 2021.

WartaBromo kemudian membuka kolom cerita warganet yang pernah memiliki pengalaman praktik suap. Berikut beberapa tanggapan yang dikirim bolo warmo. Nama akun disamarkan untuk kenyamanan bersama:

  1. Pernah kak waktu itu prona sertifikat gratis, sudah bayar Rp1 juta sampai sekarang tidak ada kejelasannya (AZ)
  2. Pernah min, dijanjiin jadi PNS sama pegawai BUMN sampai sekarang entah orangnya tanpa kabar (NH)
  3. Aku pernah dipungli sama oknum perangkat desa dalam pengurusan sertifikat tanah (SF)
  4. Pernah. Kebetulan di Kabupaten Juga. Jadi pegawai gitu. Udah masuk beberapa uang sih, tapi nggak tau ujungnya. Biar cepat kerja katanya. (AN)
  5. PJR banyak min di Tol Sby-sda (DO)
  6. Minta TTD remisi aja langsung dijawab mau saya urus atau tidak itu urusan saya. Nggak ada uang kopi-nya mas, ya belum tak garap (MF)
  7. Nih banyak kasus yang belum terpecahkan dari desa Randuputih Probolinggo min, kudu piye iki min? (MFK)
  8. Setiap tanda tangan termin 1 aja tiap kepala dinas sampai asisten aja pakai amplop (ZD)
  9. Kadang dalam pengurusan IMB HO perlu pelicin biar cepat terbit ijinnya, apalagi sekelas SPPL UKL UPL, dsb (KB)
  10. Pernah ngurus KTP di Dukcapil Raci, ngambil antrian jam mepet istirahat. Moro-moro diparani bapak-bapak pegawai karo ditakoni, “mas, selak butuh ta KTP-ne?” Tak jawab “Enggeh pak, damel daftar umroh soale. Kata pegawai ini lagi “Tak bantu urusno mas, tapi onok biayane Rp50 ribu, samian enteni ndek ruang tunggu mas yo.” — Nggak sampai 15 menit, 3 buah KTP sudah di tangan. (IH)

Adakah yang mengalami pengalaman serupa? (may/ono)