Melihat Aktivitas Urban Farming Warga Sekargadung, Tanam Sendiri Makan Sendiri

707
Warga menunjukkan hasil panenan sayur. Urban farming menjadi alternatif pertanian masyarakat pertanian. Foto: Amal Taufik.

Laporan: Amal Taufik

IBU-IBU di Kelurahan Sekargadung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, sore itu, Rabu (06/10/2021) tampak antusias berkumpul di sepetak lahan di lingkup kantor kelurahan.

“Ini panen perdana,” kata salah satu dari mereka.

Di lokasi itu, disiapkan dua buah meja yang di atasnya tertata bungkusan sayur-sayuran yang sebagian sudah dimasak, sebagian lagi mentah, untuk diberikan kepada warga lainnya.

Tri, warga setempat menceritakan, ia bersama warga berinisiatif melakukan aktivitas urban farming dengan menanam aneka sayur-sayuran. Urban farming merupakan aktivitas pertanian di perkotaan.

Di Kelurahan Sekargadung, warga melakukannya dengan memanfaatkan lahan-lahan kosong yang ada di setiap RW.

Di salah satu RW, terdapat lahan seluas 80 meter persegi yang kini sudah ditumbuhi sayur-sayuran mulai sawi, bayam, gambas, hingga cabai hitam.

Seluruh rangkaian proses mulai pembibitan hingga panen dilakukan warga secara swadaya. Lalu setelah panen, sayur-sayuran itu dibagikan secara gratis kepada warga.

Menurut Tri, aktivitas urban farming ini dimulai sejak pandemi Covid-19. Masyarakat yang lebih banyak di rumah didorong untuk melakukan aktivitas produktif.

“Daripada ke pasar. Kita tanam-tanam sendiri. Hasilnya dimakan sendiri. Bibitnya gratis. Dan ternyata warga senang,” kata Tri.

Di Kelurahan Sekargadung, ada lima RW yang melakukan aktivitas urban farming semacam ini dengan jenis sayur-sayuran yang berbeda. Dua RW sudah memanen sayuran mereka sendiri.

“Kalau bayam itu tiga minggu sekali. Kalau gambas bisa satu tahun. Tapi sekali panen bisa 50 sampai 100 gambas. Gambasnya panjang,” ujar Tri.

Warga hanya diberi bibit tanaman satu kali lalu setelah itu mereka membikin bibit-bibit tanamannya sendiri agar aktivitas urban farming ini terus berkelanjutan.

Salah satu warga, Putri menilai, urban farming seperti ini sangat bermanfaat bagi warga. Selain menambah aktivitas produktif selama pandemi serta belajar bercocok tanam, hasil panennya bisa untuk makan selama beberapa minggu.

Sementara itu, Camat Purworejo, Alfian Affandi mengatakan, pemkot saat ini memiliki program agar satu kelurahan memiliki satu produk unggulan. Di Sekargadung, produk sayur-sayuran organik inilah yang bakal dijadikan produk unggulan.

Untuk itu, ke depan pihaknya bakal menyiapkan pengembangan urban farming di Kelurahan Sekargadung yang telah berjalan saat ini mulai anggaran, kemasan, perizinan, hingga jejaring pasar.

“Minimal produknya bisa masuk kantor-kantor pemkot. Kalau ada agenda rapat, khususnya di Kecamatan Purworejo, kita programkan konsumsinya ambil dari produk warga sendiri,” kata Alfian. (asd)