Berkunjung Ke Probolinggo, Wisatawan Bakal Di- tracing Secara Acak

570

Probolinggo (WartaBromo) – Pemkab Probolinggo mewajibkan para wisatawan untuk menunjukkan sertifikat vaksinasi COVID-19. Selain itu, petugas bakal melakukan penelusuran atau tracing secara acak di lokasi wisata.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto mengatakan, aturan ini akan segera berlaku di semua objek wisata di Kabupaten Probolinggo. Jika ada wisatawan menolak atau tak bisa menunjukkan sertifikat, petugas di lapangan berhak untuk menghalau dan memutar balik wisatawan tersebut.

“Minimal menunjukkan sertifikat vaksin dosis pertama ke petugasnya di lapangan. Baru bisa lolos. Kalau diketahui belum vaksin, saya instruksikan agar wisatawan bersangkutan langsung disuruh pulang atau putar balik apapun alasannya,” tegasnya.

Aturan vaksinasi diberlakukan untuk menekan adanya lonjakan baru penyebaran COVID-19 di Kabupaten Probolinggo. Wisatawan cukup memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi dan men-scan barcode. “Di lapangan nanti, juga ada petugas yang ikut melakukan tracing ke para wisatawan secara acak,” terang Sugeng.

Tak hanya tempat wisata, aturan itu juga diterapkan di lokasi keramaian lainnya. Seperti  hotel, restoran, dan cafe. Dimana tempat-tempat tersebut, kerap dikunjungi para wisatawan saat berkunjung ke obyek wisata.

“Kalau memang belum di vaksin, lebih baik pulang terlebih dahulu dan mengikuti vaksinasi ditempat asalnya. Ini penting karena demi kebaikan bersama,” kata mantan Camat Tongas itu.

Selain aturan wajib menunjukkan kartu vaksinasi, pihaknya juga membuat aturan pembatasan jumlah wisatawan. Dimana kuota yang diberikan maksimal 25 persen dari kuota. Berlaku di seluruh kawasan obyek wisata di Kabupaten Probolinggo.

“Tahun ini, kami tidak mengejar kuantitas, tapi lebih pada penyediaan wisata yang berkualitas dan terbebas dari penyebaran COVID-19. Karena ketika pandemi COVID-19 ini berakhir. Kami yakin wisata akan bangkit,” tandas Sugeng.

Pemerintah daerah terus mendorong warga yang masuk sasaran vaksinasi, untuk memvaksin diri. Sebagai upaya menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity. Selain upaya penerapan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat. (saw/saw)