Khofifah Sebut Covid Melandai Berkat Doa, Begini Tanggapan Gus Baha

7806
Gus Baha saat memberikan ceramah di haul Kiai Hamid Pasuruan.

Pasuruan (WartaBromo.com) – KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha datang pada haul KH Abdul Hamid Pasuruan pada Sabtu (16/09/2021). Dalam ceramahnya, Gus Baha membeberkan mengenai cara tauhid dengan mudah, termasuk saat Covid-19.

Kiai dari Rembang ini memberikan ceramah selama sekitar 20 menit. Gus Baha membahas mengenai tauhid yang bisa diupayakan saat covid-19. 

“Kiai gitu, wonten covid, monggo terserah Allah mawon,” ujar Gus Baha.

Ulama’ NU ini kemudian memberikan berbagai contoh soal hal ini. Mulai dari kisah Nabi Musa hingga kekuatan HP dan Besi.

“Allah pernah memanggil Nabi Musa, Nabi Musa ini salah satu Nabi yang keren. Jadi dikit-dikit lapor nang Pangeran. Jadi seumpama beliau diuji covid-19, beliau juga lapor nang Pangeran,” kata Gus Baha.

Saat itu dikisahkan, Nabi Musa merasakan sakit gigi yang teramat sangat. Beliau kemudian bertanya kepada Allah SWT, bagaimana cara sembuh dari sakit gigi.

Allah SWT kemudian menjawab jika caranya dengan mencari rumput tertentu. Nab Musa pun manut dan memakan rumput tersebut yang terbukti sembuh. 

Saat sakit yang kedua kali, Nabi Musa pun melakukan hal serupa. Namun malah tambah sakit. Ia kemudian “protes” kepada Allah SWT. Lalu Allah SWT menjawabnya:

“Kemarin kamu iman sama saya, sekarang imannya sama rumput. Silahkan minta sembuh rumput.”

Nah dari sana lah analogi yang kata Gus Baha pantas disandingkan dengan perkataan Khofifah. Soal doa dari kiai dan santri jadi sebab Covid-19 melandai.

“Jadi kita harus percaya doa. Ikhtiar semua negara ikhtiar, kerja keras semua orang kerja keras. Tapi pengendalinya tetep Allah SWT,” lanjutnya.

Termasuk analogi soal HP dan Besi. Apabila ditanya mana lebih kuat antara besi dan ponsel, maka secara teori besi lebih kuat. 

Namun apabila kita meluruhkan besi, dan menyimpan HP, maka teori itu tak berlaku. Semua kembali kepada Allah SWT.

“Supaya kita berdoa itu nggak main-main. Masak covid bisa dilawan dengan doa, miskin dilawan dengan doa. Apa hubungannya? Itu bodoh sekali pertanyaan itu. Doa itu kayak tadi, kita serahkan dengan yang megang kendali,” tandasnya. (may/ono)

Ceramah selengkapnya bisa ditonton di sini: